Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Eropa Kompak Tolak Trump Selat Hormuz
Trending Indonesia

Eropa Kompak Tolak Trump Selat Hormuz

GunawatiBy Gunawati18-03-2026 - 03.15Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Eropa Kompak Tolak Trump Selat Hormuz
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sebuah permintaan mendesak dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bantuan pengamanan jalur pelayaran vital di Selat Hormuz, yang kini diblokade oleh Iran, telah disambut dengan penolakan tegas dari negara-negara Eropa. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa solidaritas Eropa dalam menolak intervensi militer di kawasan tersebut menjadi sorotan utama.

Menurut informasi yang dihimpun internationalmedia.co.id dari berbagai kantor berita asing pada Rabu (18/3/2026), blokade Selat Hormuz oleh Iran telah berlangsung sejak awal Maret 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Penutupan jalur maritim strategis ini secara signifikan mengganggu aliran perdagangan energi global, memicu kekhawatiran global.

Eropa Kompak Tolak Trump Selat Hormuz
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menyikapi krisis ini, Presiden Trump secara terbuka meminta negara-negara sekutunya untuk mengerahkan aset angkatan laut guna membantu membuka kembali Selat Hormuz. Namun, seruan tersebut tidak mendapatkan sambutan positif, terutama dari sekutu-sekutu utamanya di Eropa.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dengan tegas menyatakan bahwa negara-negara anggota Uni Eropa "tidak memiliki keinginan untuk terlibat secara aktif dalam aksi militer terhadap Iran". Dalam konferensi pers pasca-pertemuan Menteri Luar Negeri Uni Eropa di Brussels, Belgia, Kallas menekankan bahwa Eropa "tidak tertarik pada perang tanpa akhir" dan menegaskan bahwa konflik melawan Iran bukanlah "perangnya Eropa".

Kallas menjelaskan bahwa fokus Uni Eropa adalah pada penguatan keamanan maritim, namun ia juga menegaskan tidak ada konsensus untuk memperluas misi yang sudah ada, seperti Operasi Aspides di Laut Merah, ke wilayah Selat Hormuz. "Tidak ada yang ingin secara aktif terlibat dalam perang ini," ujarnya, sembari menggarisbawahi prioritas Uni Eropa untuk menjaga kebebasan navigasi dan mengintensifkan upaya diplomatik.

Posisi serupa digaungkan oleh Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani. Ia menggarisbawahi bahwa misi Angkatan Laut Uni Eropa yang bertugas mengawal kapal dagang dan operasi antipembajakan, tidak dirancang untuk beroperasi di Selat Hormuz. "Kami bersedia memperkuat misi-misi ini," kata Tajani, "tetapi saya rasa misi-misi tersebut tidak dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz."

Penolakan serupa juga datang dari Jerman. Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa Berlin "tidak akan melakukannya" dan menyerukan solusi politik yang cepat untuk konflik tersebut. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menolak tekanan AS, menegaskan bahwa Inggris "tidak akan terseret ke dalam perang yang lebih luas".

Polandia dan Belgia turut menolak seruan AS untuk mengerahkan aset angkatan laut mereka, dengan menegaskan kembali komitmen pada diplomasi dan stabilitas regional. Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski bahkan mengkritik Trump yang seolah memisahkan NATO dari AS saat mendesak partisipasi Eropa. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Belgia Bart De Wever secara eksplisit menyatakan negaranya tidak akan bergabung dalam serangan apa pun bersama AS dan Israel.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Irak Memanas Milisi Beri Peringatan Keras

18-03-2026 - 03.30

Tokoh Kunci Iran Gugur Siapa Dalangnya

18-03-2026 - 03.00

Pesan Misterius Larijani Usai Klaim Israel

17-03-2026 - 23.00

Misteri Serangan Udara Kabul

17-03-2026 - 21.45

Selat Hormuz Dibuka Iran Ini Syaratnya

17-03-2026 - 21.30

Misteri Selat Hormuz Terkuak Iran Buka Pintu Bagi Mereka Ini

17-03-2026 - 21.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.