Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Uni Emirat Arab (UEA) menjadi sasaran empuk serangan rudal balasan dari Iran. Insiden yang mengguncang stabilitas regional ini menyebabkan setidaknya satu orang tewas dan belasan lainnya luka-luka. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, serangan tersebut menargetkan fasilitas vital, termasuk dua bandara internasional utama di negara tersebut.
Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi menjadi salah satu titik yang paling parah terkena dampak. Pihak pengelola bandara, melalui pernyataan resmi di platform X, mengonfirmasi insiden tersebut yang mengakibatkan meninggalnya seorang warga negara Asia serta tujuh orang lainnya mengalami luka-luka.

Tak hanya Abu Dhabi, Bandara Internasional Dubai juga turut merasakan dampak serangan rudal Iran pada Minggu pagi waktu setempat. Menurut laporan Anadolu Agency, empat anggota staf bandara dilaporkan terluka dalam insiden ini. Dubai Airports, dalam unggahan terpisah di X, mengonfirmasi adanya kerusakan ringan pada salah satu ruang tunggu di Bandara Internasional Dubai (DXB), namun menyatakan situasi telah ditangani dengan cepat.
Para staf yang terluka segera mendapatkan perawatan medis. Berkat rencana darurat yang telah disiapkan, sebagian besar terminal bandara dilaporkan telah dikosongkan dari penumpang sebelum insiden terjadi, meminimalisir potensi korban jiwa yang lebih besar.
Serangan Iran ini diyakini sebagai respons balasan atas agresi yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu Iran. Sebelumnya, AS dan Israel dilaporkan menyerang sejumlah target di Iran, yang kemudian direspons Teheran dengan menargetkan beberapa pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan di Teheran. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Iran belum memberikan konfirmasi atau bantahan resmi terkait klaim tersebut, menambah lapisan ketidakpastian dalam eskalasi konflik ini.

