Internationalmedia.co.id – News – Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan keberhasilan mereka dalam menggagalkan serangkaian serangan rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran ke wilayahnya. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional, di mana UEA menjadi salah satu target utama dalam gelombang serangan balasan yang dilancarkan Iran. Yang mengejutkan, puing-puing dari salah satu drone yang berhasil dicegat dilaporkan sempat memicu kebakaran di salah satu ikon kemewahan global, Hotel Burj Al Arab di Dubai.
Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa dari total 137 rudal dan 209 drone yang diluncurkan Iran, mayoritas berhasil dinetralisir atau dihancurkan sebelum mencapai target vital. Meskipun demikian, skala serangan yang masif ini menunjukkan tingkat ancaman yang serius. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat rentetan serangan tersebut di seluruh wilayah UEA.

Dalam sebuah pernyataan yang dilansir AFP melalui internationalmedia.co.id pada Minggu (1/3), Kementerian Pertahanan UEA menegaskan kesiapsiagaan penuh mereka. "Kementerian berada dalam keadaan siaga tinggi dan siap menghadapi ancaman apa pun. Kami mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghadapi dengan tegas segala sesuatu yang bertujuan mengganggu keamanan dan stabilitas negara," bunyi pernyataan tersebut. Kementerian juga menekankan bahwa "keselamatan warga negara, penduduk, dan pengunjung merupakan prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan."
Insiden yang paling menarik perhatian publik terjadi di Dubai. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa puing-puing dari sebuah drone yang berhasil diintersep jatuh dan memicu kebakaran minor pada bagian fasad eksterior Burj Al Arab. Kantor Media Dubai segera mengumumkan kejadian ini melalui akun X resmi mereka.
Tim Pertahanan Sipil Dubai dengan sigap merespons dan berhasil mengendalikan api yang sempat muncul di bagian depan gedung hotel mewah tersebut. Berkat respons cepat ini, tidak ada korban luka maupun jiwa yang dilaporkan dari insiden di Burj Al Arab.
Latar belakang serangan ini adalah respons Iran terhadap agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Iran kemudian membalas dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk yang diduga berada di wilayah UEA. Situasi ini menyoroti kerentanan keamanan di tengah eskalasi konflik yang semakin memanas di Timur Tengah.

