Internationalmedia.co.id – News – Situasi di Timur Tengah kian memanas, memicu dampak signifikan pada salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia. Seluruh operasional penerbangan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), kini ditangguhkan tanpa batas waktu yang jelas. Penutupan ini terjadi menyusul eskalasi konflik regional setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Otoritas Bandara Dubai mengonfirmasi penangguhan ini melalui akun resmi X mereka, seperti yang dikutip oleh internationalmedia.co.id pada Sabtu (28/2). Baik Bandara Internasional Dubai (DXB) maupun Bandara Internasional Al Maktoum (DWC) tidak lagi melayani penerbangan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Pihak bandara mengimbau keras para penumpang untuk tidak menuju bandara saat ini. Sebaliknya, mereka disarankan untuk segera menghubungi maskapai penerbangan masing-masing guna mendapatkan informasi terkini mengenai status jadwal penerbangan mereka.

Eskalasi ketegangan ini bermula pada Sabtu pagi waktu setempat, ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran. Serangan tersebut diklaim sebagai upaya untuk menyingkirkan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran. Namun, Iran dengan tegas mengutuk tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan bersumpah akan melakukan pembalasan.
Janji pembalasan Iran tidak butuh waktu lama untuk direalisasikan. Teheran kemudian melancarkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah pangkalan militer AS yang tersebar di berbagai negara di Timur Tengah. Akibatnya, rentetan ledakan dilaporkan mengguncang beberapa negara Teluk Arab pada Sabtu (28/2) waktu setempat, termasuk Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Kuwait, yang diketahui menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Di tengah gejolak ini, beredar informasi yang belum terkonfirmasi mengenai tewasnya beberapa pejabat tinggi Iran. Menteri Pertahanan Iran, Amir Nasirzadeh, dan Komandan Garda Revolusi Iran, Mohammed Pakpour, dilaporkan meninggal dunia. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran maupun Israel yang membenarkan atau membantah kabar tersebut, menambah ketidakpastian di tengah krisis yang semakin mendalam.
