Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Dolar AS Berubah Tanda Tangan Trump Cetak Sejarah
Trending Indonesia

Dolar AS Berubah Tanda Tangan Trump Cetak Sejarah

GunawatiBy Gunawati27-03-2026 - 21.00Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Dolar AS Berubah Tanda Tangan Trump Cetak Sejarah
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sebuah perubahan monumental akan segera terjadi pada mata uang Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tanda tangan seorang presiden yang masih menjabat, Donald Trump, akan menghiasi lembaran uang kertas dolar AS. Kebijakan ini, seperti dilaporkan Internationalmedia.co.id – News, menandai era baru dalam percetakan mata uang Negeri Paman Sam, dimulai pada musim panas tahun ini.

Departemen Keuangan AS mengumumkan, seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (27/3/2026), bahwa langkah bersejarah ini merupakan bagian dari perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat yang akan jatuh pada 4 Juli mendatang. Desain ulang ini bukan sekadar perubahan estetika, melainkan simbol pengakuan terhadap momen penting bangsa.

Dolar AS Berubah Tanda Tangan Trump Cetak Sejarah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Konsekuensi langsung dari kebijakan ini adalah hilangnya tanda tangan Bendahara AS (US Treasurer) dari uang kertas dolar. Ini merupakan kali pertama dalam 165 tahun terakhir, posisi pejabat tersebut tidak lagi terwakili pada mata uang negara.

Sebagai informasi, Bendahara AS adalah pejabat yang berada di bawah Menteri Keuangan, bertanggung jawab mengawasi Biro Engraver dan Percetakan serta US Mint, lembaga federal yang memproduksi dan mengedarkan uang logam. Peran ini kini akan digantikan oleh representasi yang lebih tinggi.

Uang kertas pecahan US$ 100 dengan tanda tangan Presiden Trump dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan mulai dicetak pada Juni mendatang. Pecahan dolar lainnya akan menyusul secara bertahap dalam beberapa bulan berikutnya, memastikan transisi yang mulus.

Meskipun demikian, peredaran uang kertas desain baru ini ke tangan masyarakat melalui bank-bank diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu setelah dicetak.

Saat ini, Departemen Keuangan masih memproduksi uang kertas dengan tanda tangan Janet Yellen, mantan Menkeu di era Presiden Joe Biden, dan Lynn Malerba, mantan Bendahara AS. Malerba akan tercatat dalam sejarah sebagai Bendahara terakhir yang tanda tangannya menghiasi mata uang AS, sebuah tradisi yang telah berlangsung sejak 1861 silam.

Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan bahwa langkah ini sangat tepat untuk menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS. Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi yang kuat dan stabilitas keuangan yang dicapai selama masa jabatan kedua Presiden Trump. "Tidak ada pengakuan yang lebih kuat atas pencapaian bersejarah negara kita yang agung dan Presiden Donald J. Trump selain uang kertas dolar AS yang menampilkan namanya," tegas Bessent, "dan sangatlah pantas mata uang bersejarah ini diterbitkan pada peringatan seperempat milenium ini."

Meskipun Departemen Keuangan memiliki wewenang luas untuk mengubah desain uang kertas guna mencegah pemalsuan, sesuai undang-undang Federal Reserve, beberapa elemen inti harus tetap dipertahankan. Ini termasuk frasa "In God We Trust" dan ketentuan bahwa hanya potret individu yang telah meninggal dunia yang boleh dicantumkan. Para pejabat Departemen Keuangan internationalmedia.co.id memastikan bahwa secara keseluruhan, desain uang kertas dolar AS versi baru tidak akan mengalami perubahan signifikan, kecuali penambahan tanda tangan Presiden Trump yang menggantikan tanda tangan Bendahara AS.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Krisis Energi Mengguncang Asia Tenggara China Siap Ambil Peran

27-03-2026 - 23.00

Iran Serukan Persatuan Muslim Dunia Genting

27-03-2026 - 21.45

Situasi Lebanon Selatan Memanas Israel Perluas Serangan

27-03-2026 - 21.30

Siapa yang Berbohong Soal Selat Hormuz

27-03-2026 - 21.15

Pertemuan Rahasia AS Iran Segera Terjadi

27-03-2026 - 18.45

Dolar AS Berubah Drastis Tanda Tangan Trump Terukir

27-03-2026 - 18.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.