Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Balochistan Bergejolak Puluhan Nyawa Melayang
Trending Indonesia

Balochistan Bergejolak Puluhan Nyawa Melayang

GunawatiBy Gunawati01-02-2026 - 18.00Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Balochistan Bergejolak Puluhan Nyawa Melayang
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Gelombang serangan terkoordinasi oleh kelompok separatis telah mengguncang Provinsi Balochistan, Pakistan, pada Sabtu (31/1), menewaskan sedikitnya 33 orang. Korban tewas meliputi 15 personel keamanan dan 18 warga sipil tak berdosa. Dalam operasi balasan, pasukan keamanan berhasil menewaskan 92 militan, termasuk tiga pelaku bom bunuh diri. Laporan ini dihimpun oleh Internationalmedia.co.id – News, menyoroti eskalasi kekerasan terbaru di wilayah barat daya Pakistan yang telah lama dilanda pemberontakan.

Serangan serentak dilaporkan terjadi di berbagai titik strategis, termasuk ibu kota provinsi Quetta dan kota pelabuhan Gwadar. Sayap media militer Pakistan (ISPR) mengonfirmasi bahwa insiden ini merupakan bagian dari aksi teror yang terkoordinasi, meskipun mereka menyebut eksekusinya "kurang matang".

Balochistan Bergejolak Puluhan Nyawa Melayang
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Total 33 nyawa melayang akibat serangan brutal ini, terdiri dari 18 warga sipil tak berdosa dan 15 anggota pasukan keamanan. Di sisi lain, respons cepat aparat berhasil menewaskan 92 militan, termasuk tiga di antaranya yang melakukan aksi bom bunuh diri.

Laporan dari lapangan mengungkapkan detail mengerikan: seorang wakil komisaris distrik diculik di Quetta. Di distrik lain, para militan menyerbu sebuah penjara, membebaskan setidaknya 30 narapidana, dan menyita sejumlah besar senjata api serta amunisi. Kantor polisi juga menjadi sasaran, dengan para penyerang melarikan diri membawa persediaan amunisi.

Dampak serangan meluas hingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Layanan telepon seluler terputus, jalur lalu lintas utama lumpuh, dan operasional kereta api di seluruh provinsi terpaksa ditangguhkan demi alasan keamanan.

Tentara Pembebasan Baloch (BLA), kelompok separatis paling aktif di wilayah tersebut, segera mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan ini. Dalam pernyataan mereka, BLA menegaskan target utama adalah instalasi militer, kantor polisi, dan pejabat administrasi sipil, menggunakan kombinasi serangan senjata dan bom bunuh diri. Mereka juga mengklaim telah memblokir jalan raya utama dan bahkan melibatkan beberapa wanita dalam operasi tersebut.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dengan tegas memuji pasukan keamanan atas keberhasilan mereka "menggagalkan" serangan. "Kami akan melanjutkan perang melawan terorisme sampai benar-benar diberantas," ujar Sharif, seraya menuduh India berada di balik dukungan terhadap kelompok-kelompok separatis ini.

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah militer mengumumkan telah menewaskan 41 pemberontak dalam dua operasi terpisah di provinsi tersebut. Kepala Menteri Provinsi Balochistan, Sarfraz Bugti, menegaskan kembali komitmen pemerintah: "Selama 12 bulan terakhir, pasukan keamanan di Balochistan telah mengirim lebih dari 700 teroris ke neraka, dengan sekitar 70 teroris tewas hanya dalam dua hari terakhir. Serangan-serangan ini tidak dapat melemahkan tekad kami melawan terorisme."

Balochistan, meskipun kaya akan sumber daya alam yang melimpah, ironisnya tetap menjadi provinsi termiskin di Pakistan. Wilayah ini tertinggal jauh dari provinsi lain dalam hal pendidikan, kesempatan kerja, dan pembangunan ekonomi, kondisi yang seringkali menjadi pemicu utama ketidakpuasan dan pemberontakan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok separatis Baloch telah mengintensifkan serangan mereka, menargetkan warga Pakistan dari provinsi lain yang bekerja di wilayah tersebut, serta perusahaan energi asing yang mereka tuduh mengeksploitasi kekayaan alam lokal. Insiden serupa sebelumnya termasuk serangan terhadap kereta api berpenumpang 450 orang yang berujung pengepungan dua hari dan menewaskan puluhan orang tahun lalu, serta serangkaian serangan pada Agustus 2024 yang melibatkan peledakan jembatan, penyerbuan hotel, dan penargetan instalasi keamanan, yang juga merenggut puluhan nyawa.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Turki Bergetar Lagi Warga Penasaran

13-03-2026 - 12.00

Ultimatum Teheran Guncang Kawasan

13-03-2026 - 10.45

Geger Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak Ini Kata Pentagon

13-03-2026 - 10.30

Langit Saudi Membara Diserang Habis-habisan

13-03-2026 - 10.15

Kapal Induk Raksasa AS Terbakar di Laut Merah Bukan Karena Musuh

13-03-2026 - 10.00

Selat Hormuz Mencekam Jalur Minyak Dunia Terancam

13-03-2026 - 07.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.