Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Badai Konflik Guncang Iran Dunia Terkejut
Trending Indonesia

Badai Konflik Guncang Iran Dunia Terkejut

GunawatiBy Gunawati30-03-2026 - 18.00Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Badai Konflik Guncang Iran Dunia Terkejut
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya ketika beberapa wilayah di Iran, termasuk ibu kota Teheran, dilanda pemadaman listrik massal pada Minggu (29/3) waktu setempat. Insiden ini terjadi menyusul dugaan serangan udara gabungan dari Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menargetkan infrastruktur listrik vital negara tersebut. Para pejabat di Teheran, seperti dilaporkan Anadolu Agency pada Senin (30/3/2026), mengonfirmasi bahwa gempuran dari Washington dan Tel Aviv itu menghantam sejumlah gardu induk listrik di berbagai penjuru Iran. Internationalmedia.co.id – News mencatat bahwa peristiwa ini menambah daftar panjang eskalasi konflik yang telah berlangsung.

Laporan dari media lokal Iran merinci bahwa gangguan pasokan listrik tidak hanya memengaruhi Teheran, tetapi juga meluas ke kota Alborz di bagian utara serta beberapa distrik di Karaj, yang terletak di sebelah barat ibu kota. Situasi ini sontak memicu kekhawatiran serius di kalangan masyarakat dan pemerintah Iran.

Badai Konflik Guncang Iran Dunia Terkejut
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Di tengah gempuran eksternal, Iran juga melontarkan ancaman balasan yang sangat keras. Militer Iran mengeluarkan peringatan tegas kepada Amerika Serikat mengenai potensi invasi darat. Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, menegaskan bahwa setiap upaya invasi darat oleh Washington akan berujung pada bencana. Seperti dikutip dari Press TV pada Senin (30/3/2026), Zolfaqari secara metaforis menyatakan bahwa pasukan AS yang mencoba menyerbu akan menjadi "makanan lezat bagi hiu-hiu di Teluk Persia", menggarisbawahi kesiapan Teheran untuk merespons secara militer jika ancaman operasi darat dari Presiden AS Donald Trump terwujud.

Situasi internal Iran juga menunjukkan ketegangan yang meningkat. Otoritas Iran dilaporkan telah mengeksekusi mati dua individu, Akbar Daneshvarkar dan Mohammad Taghavi-Sangdehi, pada Senin (30/3) pagi. Keduanya dinyatakan bersalah sebagai anggota kelompok oposisi terlarang dan dituduh berupaya menggulingkan pemerintahan Teheran. Eksekusi gantung ini, yang dikonfirmasi oleh situs web kehakiman Mizan Online dan dilansir AFP, terjadi di tengah-tengah konflik bersenjata yang sedang berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, menambah kompleksitas dinamika politik di negara tersebut.

Kabar duka juga menyelimuti Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dengan konfirmasi kematian Komandan Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri. Pernyataan resmi dari situs web Sepah News yang dikelola IRGC, yang juga dikutip oleh AFP dan Al Arabiya pada Senin (30/3/2026), menyebutkan bahwa Tangsiri "meninggal dunia karena luka-luka parah" akibat serangan. Konfirmasi ini muncul beberapa hari setelah Israel secara terbuka mengklaim telah menargetkan Tangsiri dalam sebuah serangan udara di wilayah Iran, menandai kerugian signifikan bagi militer Iran.

Sementara itu, dari Washington, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan klaim kontroversial. Berbicara kepada wartawan di Air Force One, Trump menyatakan bahwa konflik yang melibatkan AS dan Israel telah berhasil mencapai "perubahan rezim" di Iran. Ia menambahkan keyakinannya bahwa AS akan "membuat kesepakatan" dengan Teheran. Trump berargumen bahwa banyaknya pemimpin Iran yang tewas dalam konflik sebulan terakhir menunjukkan bahwa mereka kini "berurusan dengan orang-orang yang berbeda", yang ia anggap sebagai indikasi perubahan rezim. Klaim ini, seperti dilansir AFP pada Senin (30/3/2026), tentu saja menambah dimensi baru dalam narasi konflik yang sedang berlangsung.

Rangkaian peristiwa ini, mulai dari pemadaman listrik yang melumpuhkan, ancaman militer yang membara, eksekusi internal, hingga klaim perubahan rezim dari AS, menggambarkan betapa gentingnya situasi di Iran. Dunia terus memantau dengan cermat perkembangan konflik yang berpotensi memicu gejolak lebih besar di kawasan dan global.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Israel Sahkan Hukuman Mati Kontroversial

31-03-2026 - 03.45

Kematian Beruntun Hantui Pasukan PBB Lebanon

31-03-2026 - 03.30

Timur Tengah Memanas Pasukan Elit AS Mendarat

31-03-2026 - 03.15

Pagi Berdarah di Sekolah Argentina

31-03-2026 - 03.00

Iran Siap Sambut Invasi Darat AS Hiu Teluk Persia Menanti

30-03-2026 - 23.46

Bencana Mematikan Landa Dua Negara Asia

30-03-2026 - 23.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.