Tuesday, 16 April 2024

Search

Tuesday, 16 April 2024

Search

Awal 2023, Korut Tembakkan Rudal Balistik Jarak Pendek ke Laut Timur

Pemimpin Korut, Kim jong-un

PYONGYANG (IM)- Korea Utara (Korut) menembakkan satu rudal balistik jarak pendek (SRBM) ke Laut Timur di awal Tahun Baru 2023 ini. Rudal itu ditembakkan usai pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menekankan pentingnya “secara eksponensial” meningkatkan jumlah persenjataan nuklir lantaran Korea Selatan merupakan “musuh yang tidak diragukan lagi”.
Dilansir Yonhap News Agency, Minggu (1/1), pernyataan itu disampaikan Kim dalam rapat pleno Partai Buruh Korea (WPK) pada Sabtu (31/12), yang digelar untuk menetapkan arah kebijakan utama Pyongyang di tahun 2023.
“Dalam situasi di mana Korea Selatan telah menjadi musuh kita yang tidak diragukan lagi, itu menyoroti pentingnya dan perlunya produksi massal senjata nuklir taktis dan menyerukan peningkatan eksponensial persenjataan nuklir negara,” kata Kim seperti dikutip oleh Kantor Berita Korea Utara (KCNA).
Dia juga menyerukan upaya untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru dan menempatkan satelit mata-mata ke orbit sedini mungkin.
Sebagai indikasi bahwa rezim akan melanjutkan provokasinya pada tahun 2023, Kim menetapkan tujuan baru untuk memperkuat kekuatan militer negara tersebut pada Selasa depan di pertemuan WPK.
Sehari pasca menyatakan bahwa Korea Selatan musuh yang tidak diragukan lagi, Korea Utara dilaporkan menembakkan rudal dari daerah Ryongsong di Pyongyang pada pukul 02.50 waktu setempat. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan rudal itu terbang sekitar 400 kilometer sebelum jatuh ke laut.
Peluncuran rudal ini dinilai sebagai balasan dari uji coba peluncuran roket ruang angkasa propelan padat buatan Seoul pada hari Jumat.
Pada Sabtu pagi, Korut juga menembakkan tiga SRBM dari Kabupaten Chunghwa, tepat di selatan Pyongyang, ke Laut Timur.
Sementara itu, dalam pengumumannya sendiri, Korut mengatakan pihaknya menembakkan peluru artileri kaliber “super besar” pada Sabtu dan Minggu dalam uji sampel.
Sistem peluncur roket ganda telah dipresentasikan kepada Partai Buruh Korea yang berkuasa selama sesi pleno utamanya.
Pemimpin Korut Kim Jong-un mengatakan peluru superbesar 600 mm itu dapat diisi dengan hulu ledak nuklir taktis dengan jangkauan seluruh Korsel, tambah KCNA.
Militer Korea Selatan mengkategorikan beberapa peluncur roket super besar sebagai SRBM, mengingat jangkauan dan lintasannya.
JCS pun mengecam peluncuran rudal terbaru Korut sebagai tindakan “provokasi signifikan” yang merusak perdamaian dan stabilitas tidak hanya di Semenanjung Korea tetapi juga di komunitas internasional, dan pelanggaran “jelas” terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.
“Militer kami akan mempertahankan postur kesiapan yang solid berdasarkan kemampuan untuk menanggapi secara luar biasa setiap provokasi Korea Utara,” kata JCS dalam pesan teks yang dikirimkan kepada wartawan.
Komando Indo-Pasifik A.S. juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penembakan tersebut menyoroti “dampak destabilisasi” dari program senjata Korea Utara yang melanggar hukum.

Frans C. Gultom

Berita Terbaru

Baca juga:

Follow International Media