Ribuan warga Malaysia menyerbu jalanan Kuala Lumpur, menuntut Perdana Menteri Anwar Ibrahim turun dari jabatannya. Internationalmedia.co.id melaporkan aksi protes besar-besaran ini sebagai demonstrasi oposisi terbesar sejak Anwar berkuasa pasca pemilu 2022. Aksi yang berlangsung di tengah gerimis ini menyatukan massa di Lapangan Merdeka, dengan spanduk-spanduk bertuliskan "Turun Anwar" memenuhi area tersebut.
Fauzi Mahmud, seorang pengunjuk rasa dari Selangor, mengungkapkan kekecewaannya. "Tiga tahun berkuasa, janji-janji Anwar tak kunjung terwujud," ujarnya. Kekecewaan tak hanya soal janji kampanye, tetapi juga terkait ekonomi. Kunjungan Anwar ke berbagai negara untuk menarik investasi dinilai tak membuahkan hasil signifikan, sementara biaya hidup di Malaysia tetap tinggi. "Sudah keliling dunia cari investasi, tapi apa hasilnya? Biaya hidup masih mahal!" tegas Fauzi.

Sentimen serupa diungkapkan Mahathir Mohamad, mantan mentor sekaligus rival politik Anwar. Dalam pidatonya di tengah kerumunan, Mahathir mempertanyakan capaian Anwar selama tiga tahun kepemimpinannya. "Tiga tahun sudah, apa yang rakyat dapatkan? Sepertinya dia senang melihat kita menderita," kecam Mahathir, tokoh politik senior yang baru saja merayakan ulang tahun ke-100. Ia pun secara langsung meminta Anwar untuk mundur.
Pihak kepolisian dan pemerintah kota memperkirakan jumlah pengunjuk rasa mencapai 18.000 hingga 50.000 orang. Aksi ini menjadi sorotan, menandai gelombang penolakan yang signifikan terhadap kepemimpinan Anwar Ibrahim.

