Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Ancaman Maut Mengintai Peraih Nobel Perdamaian!
Trending Indonesia

Ancaman Maut Mengintai Peraih Nobel Perdamaian!

GunawatiBy Gunawati11-07-2025 - 20.05Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Ancaman Maut Mengintai Peraih Nobel Perdamaian!
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan kabar mengejutkan terkait Narges Mohammadi, penerima Nobel Perdamaian 2023. Aktivis hak asasi manusia asal Iran ini mengaku menerima ancaman pembunuhan dari otoritas negaranya. Informasi ini disampaikan langsung oleh Komite Nobel Norwegia, Jumat (11/7/2025), mengutip pernyataan dari Mohammadi sendiri.

Perempuan berusia 53 tahun tersebut baru saja menghirup udara bebas Desember lalu setelah menjalani hukuman penjara di Evin, Teheran, karena alasan medis. Namun, kebebasan tersebut tampaknya tak menjamin keselamatannya. Jorgen Watne Frydnes, Ketua Komite Nobel Norwegia, mengungkapkan menerima panggilan darurat dari Mohammadi yang menyatakan nyawanya terancam.

Ancaman Maut Mengintai Peraih Nobel Perdamaian!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Ancaman pembunuhan, baik secara langsung maupun tidak langsung, disampaikan oleh agen-agen rezim," ujar Frydnes, menirukan pesan Mohammadi. Komite Nobel juga menambahkan bahwa ancaman tersebut mengindikasikan bahwa keselamatan Mohammadi hanya akan terjamin jika ia menghentikan semua aktivitas publik di Iran, termasuk advokasi internasional dan penampilan media yang mendukung demokrasi, HAM, dan kebebasan berekspresi.

Kecemasan mendalam menyelimuti Komite Nobel Norwegia. Mereka menyatakan keprihatinan yang sangat besar atas ancaman terhadap Mohammadi dan warga Iran kritis lainnya. Seruan perlindungan nyawa dan kebebasan berekspresi pun dilontarkan kepada otoritas terkait.

Mohammadi, yang dikenal vokal mengkritik hukuman mati dan aturan berpakaian di Iran, telah berulang kali dipenjara. Penghargaan Nobel Perdamaian yang diterimanya—diwakilkan oleh anak-anaknya karena ia masih dipenjara saat itu—merupakan pengakuan atas perjuangannya melawan penindasan perempuan di Iran. Kini, perjuangannya dibayangi ancaman kematian.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Netanyahu Akhirnya Muncul Target Utama Israel Terungkap

13-03-2026 - 23.30

Ancaman Drone Iran Gegerkan AS Trump Beri Jawaban Tak Terduga

13-03-2026 - 23.15

Rudal Iran Terjang Israel Sirene Meraung

13-03-2026 - 23.00

Pernyataan Menhan AS Mengejutkan Usai Tragedi Irak

13-03-2026 - 21.45

Timur Tengah Bergejolak Netanyahu Tebar Ancaman Kapal Perang AS Terbakar

13-03-2026 - 18.30

Misteri Jatuhnya Pesawat Militer AS di Irak

13-03-2026 - 18.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.