Internationalmedia.co.id – Lebih dari seribu penerbangan di Amerika Serikat dibatalkan dalam sehari. Kondisi ini dipicu oleh kebuntuan anggaran pemerintah federal yang memaksa otoritas penerbangan mengurangi lalu lintas udara.
Sabtu kemarin menjadi mimpi buruk bagi ribuan calon penumpang pesawat di AS. Data dari FlightAware mencatat lebih dari 1.400 penerbangan dibatalkan, dan hampir 6.000 penerbangan lainnya mengalami penundaan.

Badan Penerbangan Federal AS (FAA) mengambil langkah drastis dengan mengurangi kapasitas perjalanan udara hingga 10% di 40 bandara tersibuk. Langkah ini diambil karena banyak pengendali lalu lintas udara yang kelelahan akibat harus bekerja tanpa bayaran selama penutupan pemerintah.
Kebuntuan anggaran di Kongres antara Partai Republik dan Demokrat masih belum menemukan titik temu. Penutupan pemerintah federal yang dimulai sejak 1 Oktober lalu terus berlanjut, memasuki hari ke-39 dan menjadi yang terpanjang dalam sejarah.
Dampak penutupan ini semakin dirasakan oleh masyarakat AS. Selain gangguan penerbangan, pemotongan dana bantuan pangan juga menjadi masalah serius. American Airlines bahkan mendesak para pemimpin di Washington DC untuk segera mencari solusi.
Bandara Internasional Newark Liberty menjadi salah satu yang terparah terkena dampak. Kedatangan di bandara ini tertunda rata-rata lebih dari 4 jam, sementara keberangkatan tertunda sekitar 1,5 jam. Bandara Internasional Charlotte/Douglas dan Bandara Internasional Chicago O’Hare juga mengalami pembatalan penerbangan terbanyak.
Kondisi ini diperkirakan akan semakin memburuk menjelang liburan Thanksgiving pada 27 November, yang merupakan salah satu musim perjalanan tersibuk di AS. Pembatasan juga diberlakukan untuk penggunaan jet pribadi.
Menteri Transportasi AS, Duffy, menjelaskan bahwa pengurangan volume di bandara-bandara dengan lalu lintas tinggi dilakukan agar petugas kontrol lalu lintas dapat fokus pada penerbangan komersial.
FAA akan terus meningkatkan pengurangan penerbangan secara bertahap. Pengurangan 4% telah dimulai pada Jumat, dan akan mencapai 10% penuh pada 14 November mendatang. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan penerbangan, mengingat para pengendali lalu lintas udara telah bekerja terlalu keras selama penutupan pemerintah.
Selain pengendali lalu lintas udara, sebagian besar dari 64.000 agen Badan Keamanan Transportasi (TSA) juga tidak dibayar selama penutupan berlangsung. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan berkurangnya jumlah staf TSA yang bertugas, seperti yang terjadi pada penutupan pemerintah sebelumnya di bawah Presiden Donald Trump.

