Internationalmedia.co.id – Serangan terbaru Rusia ke Ukraina kembali memakan korban jiwa dan melumpuhkan infrastruktur energi. Lima orang dilaporkan tewas di wilayah Zaporizhzhia dan Lviv akibat gempuran rudal dan drone yang menghantam wilayah perbatasan Ukraina. Serangan ini juga menyebabkan puluhan ribu warga terputus dari pasokan listrik.
Seiring dengan datangnya musim dingin, Rusia semakin gencar menyerang infrastruktur energi Ukraina. Perdana Menteri Ukraina, Yulia Svyrydenko, mengungkapkan bahwa Rusia melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah, termasuk Lviv, Zaporizhzhia, Chernigiv, Vinnytsia, Ivano-Frankivsk, Kherson, Kharkiv, dan Odesa.

Lviv menjadi salah satu wilayah yang paling sering menjadi sasaran militer Rusia sejak invasi skala penuh dimulai pada Februari 2022. Serangan terbaru ini menyebabkan empat orang tewas dan empat lainnya luka-luka di Lviv. Sementara di Zaporizhzhia, satu orang tewas dan sepuluh lainnya luka-luka akibat serangan drone dan bom udara yang menghantam permukiman.
Kerusakan pada peralatan energi menyebabkan pemadaman listrik meluas di berbagai kota. Kepala wilayah Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, melaporkan bahwa lebih dari 73.000 pelanggan di Zaporizhzhia kehilangan pasokan listrik. Wali kota Lviv juga mengkonfirmasi bahwa sebagian kota mengalami pemadaman listrik.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengutuk serangan tersebut dan menyatakan bahwa Rusia telah meluncurkan 50 rudal dan sekitar 500 drone ke negaranya. Ia mendesak adanya implementasi perjanjian pertahanan yang lebih cepat, terutama pertahanan udara, untuk melindungi rakyat Ukraina dari teror udara.
Wali Kota Lviv juga mengumumkan bahwa rute transportasi umum tidak beroperasi akibat "serangan musuh yang masif". Sementara itu, transportasi umum di Ivano-Frankivsk akan beroperasi lebih lambat dari biasanya.
Serangan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina. Sebelumnya, Moskow melancarkan serangan terbesarnya terhadap infrastruktur gas Ukraina, dan serangan pada hari Sabtu lalu memutus aliran listrik ke sekitar 50.000 rumah tangga di wilayah Chernigiv utara.
