Internationalmedia.co.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah militer Israel mengumumkan keberhasilan mencegat sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman. Serangan ini diduga kuat dilancarkan oleh kelompok Houthi, yang selama ini dikenal sebagai pendukung Palestina dan kerap melancarkan serangan sebagai bentuk protes terhadap agresi Israel di Gaza.
Menurut pernyataan resmi Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sirine peringatan berbunyi di sejumlah wilayah Israel sebelum rudal tersebut berhasil dicegat oleh Angkatan Udara Israel (IAF). "Menyusul sirene yang berbunyi beberapa saat yang lalu di beberapa wilayah di Israel, sebuah rudal yang diluncurkan dari Yaman dicegat oleh IAF," demikian pernyataan IDF seperti dikutip internationalmedia.co.id, Minggu (5/10/2025).

Kelompok Houthi, yang mendapat dukungan dari Iran, memang kerap melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Israel. Sebagian besar serangan tersebut berhasil digagalkan oleh sistem pertahanan udara Israel. Namun, pada bulan sebelumnya, sebuah serangan drone yang diklaim oleh Houthi berhasil menembus pertahanan udara dan melukai 22 orang di kota wisata Eilat.
Israel kemudian melancarkan serangan balasan terhadap target-target yang diduga terkait dengan Houthi di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai oleh pemberontak. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai lebih dari 170 orang, menurut klaim dari pihak Houthi. Situasi ini semakin memperburuk ketegangan antara Israel dan kelompok Houthi, serta meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.
