Hawaii dilanda gelombang tsunami hingga 1,5 meter akibat gempa dahsyat di Timur Jauh Rusia. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Internationalmedia.co.id. Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional mencatat gelombang tertinggi mencapai lebih dari 1,5 meter di Kahului, pantai utara-tengah Pulau Maui. Gelombang setinggi 1,2 meter juga dilaporkan menerjang Haleiwa di Pulau Oahu.
Pihak berwenang langsung mengeluarkan imbauan agar warga Hawaii tetap berada di rumah dan menghindari perjalanan. Peringatan keras disampaikan melalui media sosial X oleh Manajemen Darurat Oahu: "Gelombang tsunami sedang melanda Hawaii. Bertindak SEKARANG!" Meskipun Gubernur Hawaii, Josh Green, menyatakan belum ada kerusakan signifikan dan dampak besar, ia tetap menekankan kewaspadaan.

Green menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kerusakan berarti dan Big Island terhindar dari dampak terburuk. Namun, ia menambahkan bahwa dibutuhkan waktu beberapa jam untuk memastikan situasi benar-benar aman. "Kami tidak ingin siapa pun lengah," tegasnya. Sebagai tindakan pencegahan, penerbangan di Maui dibatalkan pada Selasa malam waktu setempat, mengakibatkan sekitar 200 orang mengungsi di terminal bandara. Meskipun demikian, Green memastikan tidak ada pemadaman listrik dan bandara tetap beroperasi. Insiden beberapa perahu terdampar di Oahu sebelum tsunami menjadi tanda peringatan dini yang tak bisa diabaikan. Situasi terus dipantau ketat.

