Internationalmedia.co.id melaporkan, situasi di perbatasan Kamboja-Thailand memanas. Setelah pertempuran sengit melibatkan jet tempur, artileri, dan pasukan darat selama dua hari, Kamboja menyerukan gencatan senjata tanpa syarat kepada Thailand. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Kamboja untuk PBB, Chhea Keo, usai pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.
Keo mempertanyakan klaim Thailand yang menuduh Kamboja sebagai pihak penyerang, mengingat disparitas kekuatan militer kedua negara. Ia menekankan perlunya solusi damai dan meminta semua pihak menahan diri. Pertemuan Dewan Keamanan PBB, yang dihadiri perwakilan Kamboja dan Thailand, menghasilkan seruan untuk penyelesaian diplomatik atas konflik ini.

Konflik yang telah berlangsung lama ini telah mengakibatkan kerugian besar. Lebih dari 138.000 warga sipil Thailand telah dievakuasi dari wilayah perbatasan, dengan korban jiwa mencapai 15 orang – 14 warga sipil dan seorang tentara. Selain itu, 46 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 15 tentara. Eskalasi konflik ini menjadi perhatian internasional mengingat kedua negara merupakan destinasi wisata populer yang dikunjungi jutaan wisatawan asing setiap tahunnya. Pertempuran ini menandai babak baru yang mengkhawatirkan dalam perselisihan perbatasan sepanjang 800 kilometer antara Kamboja dan Thailand. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan situasi ini.

