Berita mengejutkan datang dari Ukraina. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa serangan udara Rusia kembali menghantam wilayah timur dan selatan Ukraina, menewaskan sedikitnya enam warga sipil. Serangan yang dilakukan dalam beberapa pekan terakhir ini semakin intensif, menunjukkan peningkatan eskalasi konflik. Moskow tampaknya mengabaikan ancaman sanksi dari Amerika Serikat.
Gubernur Sergiy Lysak melalui Telegram melaporkan, tiga warga sipil tewas di wilayah Dnipropetrovsk, sebuah kawasan industri penting yang menjadi sasaran serangan berulang. Serangan drone menyebabkan kebakaran dan kerusakan pada gedung pemerintahan, toko, dan rumah warga di distrik Kamyanske. Satu korban tewas berusia 52 tahun akibat serangan drone di lokasi lain di wilayah tersebut.

Tiga korban jiwa lainnya dilaporkan tewas di wilayah Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia, daerah yang sebagian besar dikuasai pasukan Rusia. Meskipun jumlah serangan drone yang dilaporkan Ukraina relatif lebih sedikit dibandingkan serangan-serangan sebelumnya (sekitar 35 drone), tetapi dampaknya tetap mematikan. Pihak berwenang Rusia mengklaim telah mencegat 73 drone Ukraina, termasuk 10 drone yang menuju Moskow. Serangan ini menunjukkan bahwa konflik di Ukraina masih jauh dari kata selesai dan terus menimbulkan korban jiwa.
