Internationalmedia.co.id melaporkan, konflik Rusia-Ukraina kembali memuncak. Serangan udara brutal menewaskan dan melukai warga sipil, termasuk jatuhnya sebuah jet tempur F-16 Ukraina yang tengah berjibaku menghadapi gelombang rudal Rusia. Insiden ini menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan di tengah perang yang tak kunjung usai.
Serangan masif terjadi di berbagai wilayah Ukraina secara hampir bersamaan. Pihak militer Ukraina menyatakan Rusia melancarkan ratusan rudal dan drone. Seorang pilot jet tempur Ukraina menjadi korban jiwa dalam serangan tersebut. Di Odesa, dua warga sipil tewas dan 14 lainnya luka-luka, termasuk tiga anak-anak, akibat serangan drone Rusia ke sebuah bangunan permukiman. Gubernur Odesa, Oleg Kiper, mengkonfirmasi hal tersebut melalui Telegram. Sementara itu, di Kherson, satu orang tewas dan tiga lainnya cedera. Infrastruktur kritis dan permukiman menjadi sasaran utama serangan.

Tragedi semakin mendalam dengan jatuhnya jet tempur F-16 Ukraina. Pilot pesawat tersebut gugur setelah gagal menyelamatkan diri. Angkatan Udara Ukraina menyatakan pilot telah berhasil menembak jatuh tujuh target udara sebelum pesawatnya mengalami kerusakan fatal dan jatuh. Ini merupakan kejadian ketiga kalinya Ukraina kehilangan jet F-16 selama perang. Untungnya, pilot dilaporkan berhasil mengarahkan pesawat menjauh dari permukiman sebelum jatuh.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengecam keras serangan Rusia yang menurutnya melibatkan 477 drone dan 60 rudal. Ukraina mengklaim berhasil mencegat sebagian besar serangan tersebut. Namun, serangan tersebut tetap menyebabkan tujuh orang luka-luka di beberapa wilayah, termasuk Cherkasy dan Ivano-Frankivsk. Zelensky kembali mendesak negara-negara Barat untuk memberikan bantuan sistem pertahanan udara, khususnya sistem antirudal Patriot dari Amerika Serikat. Perang yang tak kunjung usai ini terus menelan korban jiwa dan kerusakan, meninggalkan pertanyaan besar kapan konflik ini akan berakhir.
