Penasihat utama Ayatollah Ali Khamenei, Ali Shamkhani, yang sempat dikabarkan tewas akibat serangan Israel di Iran pekan lalu, muncul kembali. Internationalmedia.co.id mengutip laporan CNN, Minggu (29/6/2025), kemunculan Shamkhani ini mengakhiri spekulasi liar yang beredar beberapa hari terakhir.
Berita kematian Shamkhani sebelumnya tersebar luas di sejumlah media Iran, termasuk IRNA, Tasnim, dan Fars. Namun, media-media tersebut kemudian meralat pemberitaan, dengan menyatakan Shamkhani hanya mengalami luka parah dan tengah dirawat di rumah sakit. Ketiadaan foto atau bukti visual lainnya semakin menambah misteri.

Namun, teka-teki tersebut terjawab saat Shamkhani muncul dalam foto-foto liputan media pemerintah Iran pada Sabtu lalu, saat pemakaman kenegaraan korban konflik 12 hari Iran-Israel. Lebih mengejutkan lagi, kantor berita IRIB menayangkan wawancara televisi pertamanya sejak serangan tersebut.
Internationalmedia.co.id belum dapat memverifikasi secara independen identitas Shamkhani dalam wawancara tersebut maupun tanggal rekamannya. Dalam wawancara yang ditayangkan, Shamkhani terlihat menggunakan tongkat dan alat bantu pernapasan. Ia menceritakan pengalamannya terjebak di bawah reruntuhan rumahnya selama tiga jam pasca serangan. "Saya bahkan melaksanakan salat subuh di bawah reruntuhan," ujarnya.
IRIB juga menayangkan rekaman video rumah Shamkhani yang hancur. "Awalnya saya mengira gempa bumi. Namun, saat mendengar suara kendaraan, saya sadar itu bukan gempa," kata Shamkhani, yang mengaku mengalami cedera internal dan tulang rusuk retak. Ia menambahkan, "Saya tahu mengapa mereka mengincar saya, tetapi saya tidak bisa mengatakannya."
Internationalmedia.co.id telah mencoba menghubungi otoritas Israel untuk meminta tanggapan terkait pernyataan Shamkhani, namun belum mendapatkan konfirmasi.
