Berita mengejutkan datang dari Pakistan. Internationalmedia.co.id melaporkan, sebuah serangan bom bunuh diri telah menewaskan 13 tentara dan melukai puluhan lainnya. Peristiwa memilukan ini terjadi di distrik Waziristan Utara, provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Seorang pejabat pemerintah setempat, yang meminta namanya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa seorang pelaku bom bunuh diri menghantam konvoi militer dengan kendaraan yang sarat bahan peledak.
Selain 13 tentara yang tewas, ledakan dahsyat tersebut juga mengakibatkan 10 personel militer dan 19 warga sipil mengalami luka-luka. Tragedi ini bahkan tak berhenti sampai di situ. Guncangan ledakan menyebabkan atap dua rumah ambruk, melukai enam anak di dalamnya. Seorang petugas polisi setempat menambahkan informasi bahwa empat tentara lainnya mengalami luka kritis.

Tanggung jawab atas serangan brutal ini telah diklaim oleh sayap pembom bunuh diri kelompok bersenjata Hafiz Gul Bahadur, sebuah faksi dari Taliban Pakistan. Insiden ini menambah daftar panjang serangan teror yang meningkat tajam di wilayah perbatasan Pakistan dengan Afghanistan sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021. Pemerintah Pakistan menuduh Afghanistan membiarkan wilayahnya digunakan untuk melancarkan serangan, tuduhan yang dibantah oleh pihak Taliban.
Data yang dihimpun internationalmedia.co.id menunjukkan bahwa sejak awal tahun ini, sekitar 290 orang, sebagian besar pejabat keamanan, telah menjadi korban serangan kelompok bersenjata di Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan. Serangan mematikan ini menimbulkan kekhawatiran akan semakin memburuknya situasi keamanan di kawasan tersebut.
