Internationalmedia.co.id memberitakan, kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim telah meluncurkan rudal balistik ke Israel pada Sabtu (28/6). Serangan ini disebut sebagai balasan atas tindakan Israel terhadap warga Palestina di Gaza. Menurut laporan internationalmedia.co.id, sirene peringatan berbunyi di beberapa wilayah Israel sebelum militer Israel mengumumkan kemungkinan berhasil mencegat rudal tersebut.
Ini merupakan peluncuran rudal pertama ke Israel yang diumumkan Houthi sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada 24 Juni lalu. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan bahwa mereka menargetkan wilayah Beersheba menggunakan rudal balistik Dhu al-Fiqar. Saree menyebut serangan itu sebagai respons atas apa yang disebutnya kejahatan Israel terhadap warga sipil Gaza.

Houthi telah melancarkan beberapa serangan rudal dan drone ke Israel sejak perang Gaza Oktober 2023. Mereka mengklaim aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina. Meskipun sempat menghentikan serangan selama gencatan senjata dua bulan yang berakhir Maret lalu, Houthi kembali melancarkan serangan setelah Israel melanjutkan operasi militernya.
Sebagai reaksi atas serangan Houthi, Israel telah melakukan serangan balasan di Yaman, menyasar pelabuhan dan bandara di Sanaa. Saree menegaskan bahwa Houthi akan terus melancarkan serangan hingga agresi terhadap Gaza berakhir dan pengepungan dicabut.
