Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Gencatan Senjata Gaza: Hamas Siap Lepas Semua Sandera?
Trending Indonesia

Gencatan Senjata Gaza: Hamas Siap Lepas Semua Sandera?

GunawatiBy Gunawati28-04-2025 - 04.45Tidak ada komentar3 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Gencatan Senjata Gaza: Hamas Siap Lepas Semua Sandera?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan, Hamas menyatakan kesiapannya untuk membebaskan seluruh sandera yang mereka tahan sebagai imbalan gencatan senjata selama lima tahun di Gaza. Kabar ini mencuat setelah delegasi Hamas melakukan pertemuan dengan mediator di Kairo, Mesir, untuk membahas penyelesaian konflik yang telah berlangsung selama 18 bulan dan menewaskan lebih dari 51 ribu jiwa di Gaza. Kondisi kemanusiaan di Gaza yang semakin kritis, dengan persediaan makanan dan obat-obatan menipis, semakin mendesak tercapainya kesepakatan damai.

Seorang pejabat Hamas yang berbicara kepada internationalmedia.co.id dengan syarat anonim mengungkapkan, tawaran pembebasan sandera sekaligus ini merupakan respon atas penolakan Israel terhadap proposal gencatan senjata sebelumnya. Proposal tersebut, yang diajukan awal bulan ini, menawarkan gencatan senjata selama 45 hari dengan syarat pengembalian 10 sandera. Namun, Hamas kini menawarkan pertukaran tahanan dalam satu gelombang besar dan gencatan senjata jangka panjang sebagai solusi komprehensif.

Gencatan Senjata Gaza: Hamas Siap Lepas Semua Sandera?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Hamas menegaskan, kesepakatan gencatan senjata harus mencakup penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza, peningkatan bantuan kemanusiaan, dan jaminan berakhirnya perang secara permanen. Hal ini merupakan respons atas penolakan Israel terhadap usulan sebelumnya dan kekhawatiran akan kemungkinan dimulainya kembali konflik setelah kesepakatan parsial. Mahmud Mardawi, pejabat senior Hamas, menekankan perlunya jaminan internasional untuk memastikan gencatan senjata yang berkelanjutan. Senada dengan itu, Osama Hamdan menegaskan bahwa setiap proposal yang tidak menjamin penghentian perang secara komprehensif dan permanen akan ditolak. Mereka juga menolak tuntutan Israel untuk melucuti senjata selama pendudukan masih berlangsung.

Serangan udara Israel yang menewaskan puluhan warga sipil di Gaza pada Sabtu (26/4) semakin memperburuk situasi. Umm Walid al-Khour, seorang warga Gaza yang selamat dari serangan tersebut, menggambarkan kepanikan saat serangan terjadi. Pihak militer Israel sendiri belum memberikan komentar resmi terkait serangan tersebut, namun mengklaim telah menyerang "1.800 target teror" di Gaza sejak operasi militer dimulai kembali pada 18 Maret.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Hamas untuk menyerahkan tanggung jawab atas Gaza, menyerahkan senjata kepada Otoritas Palestina, membebaskan sandera Israel, dan mengubah gerakan tersebut menjadi partai politik. Abbas menekankan bahwa rakyat Palestina lah yang menjadi korban konflik ini, bukan Israel. Ia juga mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel mengakhiri perang, menarik pasukannya, dan menghentikan aktivitas permukiman Yahudi.

Di tengah krisis ini, Abbas menunjuk Hussein al-Sheikh sebagai wakil dan calon penggantinya di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), sebuah langkah yang bertujuan untuk meredakan kekhawatiran internasional atas kepemimpinan Palestina. Sheikh, seorang veteran Fatah, dianggap sebagai sosok pragmatis dengan hubungan dekat dengan Israel. Reformasi Otoritas Palestina menjadi prioritas bagi AS dan negara-negara Teluk, yang berharap PA dapat memainkan peran kunci dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Australia Tarik Diplomatnya dari Timur Tengah Situasi Genting

13-03-2026 - 16.45

Serangan Drone Irak Tewaskan Tentara Prancis Macron Bersuara

13-03-2026 - 16.30

Peringatan Keras Iran Siap Hantam Lebih Keras

13-03-2026 - 16.15

Pemimpin Iran Terluka Trump Buka Suara

13-03-2026 - 16.00

Angka Kematian Lebanon Melonjak Drastis

13-03-2026 - 12.45

Netanyahu Kembali Dengan Ancaman Maut

13-03-2026 - 12.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.