Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) baru-baru ini sukses menggelar Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II yang secara khusus menyoroti kinerja wilayah Regional Maluku dan Nusa Tenggara. Acara bergengsi ini, seperti dilaporkan Internationalmedia.co.id – News, menjadi tolok ukur penting dalam mengevaluasi sekaligus memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) kepada masyarakatnya.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam sambutannya di sebuah hotel di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026), menegaskan bahwa gelaran ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana standar pelayanan minimal di sektor pendidikan, kesehatan, dan perumahan telah diimplementasikan secara wajib di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten. Lebih lanjut, Tito juga menyoroti integrasi program unggulan Presiden Prabowo Subianto, "Indonesia Asri," yang berfokus pada penanganan sampah dan penciptaan lingkungan yang indah.

Presiden Prabowo Subianto, lanjut Tito, telah memberikan instruksi khusus agar seluruh kepala daerah, pimpinan DPRD, serta perwakilan dari Satuan TNI, Polri, dan Kejaksaan dikumpulkan. Pertemuan akbar yang direncanakan pada akhir September ini akan menjadi forum vital untuk membahas implementasi menyeluruh program "Indonesia Asri," mencakup strategi penanganan sampah, upaya memperindah kota, hingga penertiban spanduk-spanduk liar yang kerap mengganggu estetika. Kemendagri sedang mempersiapkan lokasi pertemuan, dengan Sentul disebut-sebut sebagai salah satu opsi.
Proses penilaian dalam apresiasi ini melibatkan kolaborasi erat antar kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen), Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR), serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tito berharap insentif fiskal berupa tambahan anggaran yang diberikan kepada daerah pemenang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam penanggulangan bencana. Ia memberikan contoh konkret, di mana daerah-daerah di Flores yang terdampak bencana akan menerima tambahan belanja tidak terduga. Bahkan, Presiden Prabowo melipatgandakan usulan bantuan, dari Rp 10 miliar menjadi Rp 20 miliar untuk delapan kabupaten, dan dari Rp 20 miliar menjadi Rp 40 miliar untuk tingkat provinsi.
Apresiasi ini mengidentifikasi pemerintah daerah berprestasi dalam empat kategori utama yang krusial bagi kesejahteraan masyarakat. Pertama, kategori Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan. Kedua, kategori Akses dan Pelayanan Pendidikan. Ketiga, kategori Implementasi Program Pembangunan Tiga Juta Rumah. Dan keempat, kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.
Dalam kategori Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan, Kabupaten Lombok Utara, Kota Bima, dan Provinsi NTT berhasil menduduki peringkat teratas di tingkat masing-masing. Sementara itu, untuk Akses dan Pelayanan Pendidikan, Kabupaten Ende, Kota Bima, dan Provinsi Maluku menunjukkan performa terbaik. Program Pembangunan Tiga Juta Rumah menobatkan Kabupaten Halmahera Tengah, Kota Mataram, dan Provinsi NTB sebagai yang terdepan. Terakhir, dalam upaya Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, Kabupaten Ngada, Kota Mataram, dan Provinsi NTT berhasil meraih peringkat satu. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen kuat dari berbagai daerah di Maluku dan Nusa Tenggara dalam meningkatkan kualitas hidup warganya secara holistik.
Pemberian apresiasi ini diharapkan tidak hanya menjadi pengakuan, tetapi juga pemicu semangat bagi seluruh pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, sejalan dengan visi "Indonesia Asri" yang diusung oleh Presiden.
