Internationalmedia.co.id – News – Tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat dalam upaya pencarian delapan orang, terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal, yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Setelah beberapa hari pencarian yang intens, tim akhirnya berhasil menembus Pulau Sertung, area yang dikenal berbahaya, namun sayangnya, hasilnya masih nihil.
Keberadaan rombongan ini menjadi misteri sejak Senin (7/9/2026). Lima jurnalis yang hilang adalah Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni sebagai fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu. Mereka didampingi tiga kru kapal, yakni Kapten Kapal Warta (55), ABK Surakman (60), dan pemandu bernama Heriyanto (49).

Rombongan tersebut diketahui berangkat menggunakan kapal cepat (speedboat) dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada pukul 14.00 WIB. Komunikasi terakhir antara korban dan jurnalis Lampung tercatat sekitar pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya terputus total pada pukul 15.04 WIB. Sejak saat itu, keberadaan mereka belum dapat dipastikan.
Kendala di Pulau Sertung yang Berbahaya
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa Pulau Sertung menjadi fokus utama pencarian, namun sekaligus merupakan area yang paling rawan untuk didatangi. "Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 kilometer, ya. Sebagaimana kita ketahui bersama, data dari PVMBG menyatakan wilayah tersebut masih daerah rawan," ujar Amrad, seperti dilansir Antara, Jumat (11/9/2026).
Selain ancaman bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau, upaya pencarian juga sempat terkendala oleh kondisi cuaca. Amrad menyebutkan bahwa pencarian menggunakan drone dari Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka belum menunjukkan hasil maksimal karena lokasi masih tertutup kabut asap tebal. Basarnas menegaskan bahwa mereka tetap mengacu pada informasi resmi dari BMKG dan PVMBG terkait perkembangan cuaca serta kondisi di lapangan demi keselamatan seluruh tim pencari.
Pendaratan Berhasil, Hasil Nihil
Meskipun menghadapi berbagai rintangan, tim SAR gabungan tidak menyerah. Dengan dukungan cuaca yang akhirnya membaik dan kondisi Gunung Anak Krakatau yang relatif tenang, tim berhasil mendarat dan menyisir Pulau Sertung serta dua pulau lainnya di sekitar Selat Sunda, yaitu Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
"Alhamdulillah, hari ini cuaca sangat mendukung, Gunung Anak Krakatau juga sangat mendukung, sehingga teman-teman bisa merapat di ketiga pulau tersebut dan bisa naik ke daratan untuk melakukan pencarian," kata Amrad. Tim yang bertugas di Pulau Sertung dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk mengantisipasi potensi bahaya.
Namun, setelah melakukan penyisiran intensif di ketiga pulau tersebut, belum ditemukan tanda atau petunjuk keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang. "Hasilnya nihil," tegas Amrad.
Evaluasi dan Rencana Lanjutan
Menyusul hasil pencarian yang belum membuahkan hasil, Amrad menyatakan bahwa tim akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasi SAR yang telah dilaksanakan. Rencana pencarian untuk hari Sabtu (12/9), yang merupakan hari kelima operasi, akan disusun ulang, termasuk kemungkinan memperluas area pencarian dan membagi sektor-sektor baru. Basarnas berkomitmen untuk terus berupaya menemukan delapan orang yang hilang tersebut.
