Bekasi, Internationalmedia.co.id – News – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pujian setinggi-tingginya kepada serikat buruh dan asosiasi pengusaha yang telah memulai dialog konstruktif terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja. Jenderal Sigit menegaskan bahwa komunikasi sejak dini merupakan strategi paling efektif untuk menemukan titik temu di tengah beragam kepentingan yang melingkupi sektor ketenagakerjaan dan dunia usaha.
Pernyataan penting ini disampaikan Jenderal Sigit dalam acara Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang bertajuk ‘Hubungan Industrial, Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi’. Acara yang digelar di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat lalu, ini berhasil mengumpulkan sekitar 2.000 pekerja dari kurang lebih 1.200 perusahaan.

Jenderal Sigit mengungkapkan rasa senangnya atas dimulainya pembahasan RUU Ciptaker melalui komunikasi langsung antara perwakilan serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Pola dialog semacam ini, menurutnya, harus terus dijaga mengingat kompleksitas isu ketenagakerjaan yang kerap memicu perbedaan pandangan.
"Saya sangat senang mendengar bahwa pembicaraan terkait dengan draf Undang-Undang Ciptaker dimulai dengan pembicaraan bersama antara teman-teman dari serikat pekerja dengan Apindo. Ini adalah permulaan yang sangat baik dan tentunya harus dipertahankan," ujar Jenderal Sigit, seperti dikutip internationalmedia.co.id.
Kapolri menegaskan bahwa perbedaan pandangan antara pekerja dan pengusaha adalah hal yang lumrah. Yang terpenting, setiap persoalan dalam hubungan industrial wajib diselesaikan melalui jalur dialog dan musyawarah, tanpa mengesampingkan hak-hak fundamental buruh maupun keberlangsungan operasional perusahaan.
Keseimbangan antara dua kepentingan tersebut menjadi krusial di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global yang turut memengaruhi sektor usaha dan ketenagakerjaan di Indonesia. Ia mengingatkan para pengusaha untuk tidak memandang pekerja hanya sebagai tenaga kerja semata, melainkan sebagai mitra strategis dan bagian dari keluarga besar perusahaan.
"Kalau kita bicara kesejahteraan buruh, perusahaannya juga harus tetap hidup dan berkembang. Di situlah kita harus menemukan titik keseimbangan untuk kepentingan bersama," tambahnya.
Di sisi lain, Kapolri juga menyoroti pentingnya menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif. Pemerintah, katanya, terus menggenjot program hilirisasi dan investasi guna menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan baru. Indonesia, menurutnya, memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam dan pasar domestik yang luas.
Potensi besar ini harus diimbangi dengan kepastian hukum, keamanan, serta hubungan industrial yang sehat. Jenderal Sigit meminta perusahaan tidak segan melaporkan praktik premanisme atau pungutan liar kepada pihak kepolisian untuk segera ditindaklanjuti.
"Investasi harus tetap kondusif, tetapi hak-hak buruh juga harus terus dijaga dan diperjuangkan. Semua harus berjalan seimbang," pungkasnya.
Jenderal Sigit optimistis bahwa dengan sinergi antara pemerintah, pengusaha, investor, dan pekerja, Indonesia akan semakin kuat dalam mendorong hilirisasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada SMK Mitra Industri MM2100 sebagai contoh nyata kolaborasi dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas. Harapannya, pekerja Indonesia tidak hanya terampil, tetapi juga mampu menduduki posisi strategis di perusahaan.
"Dengan semangat kebersamaan antara pengusaha, investor, buruh dan pemerintah, kita yakin Indonesia bisa mencapai cita-citanya menjadi negara maju," tutupnya.
