Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah serius mengkaji usulan revolusioner untuk menggandakan jadwal pelaksanaan Car Free Day (CFD) menjadi dua kali dalam sepekan. Inisiatif ini datang dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat, yang melihatnya sebagai langkah strategis untuk menekan tingkat polusi udara di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa usulan tersebut telah menjadi pembahasan internal yang intensif di Balai Kota. Berbicara di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Jumat (11/9/2026), Pramono mengakui bahwa ide tersebut memiliki dasar yang kuat dan "cukup rasional."

"Saya sudah membaca usulan tersebut, dan memang cukup rasional. Oleh karena itu, di internal Balai Kota, kami sudah memulai pembahasan mendalam. Pada saatnya nanti, tentu akan kami putuskan," jelas Pramono, sebagaimana dilansir internationalmedia.co.id.
Pramono juga menyoroti bahwa area pelaksanaan CFD di Jakarta tidak hanya terpusat di kawasan ikonik Sudirman-Thamrin atau Rasuna Said. Menurutnya, setiap kota administrasi di Jakarta kini telah memiliki ruang dan infrastruktur yang memadai untuk menggelar kegiatan bebas kendaraan bermotor ini, menunjukkan potensi perluasan yang lebih merata.
Meski demikian, Gubernur Pramono belum memberikan kepastian mengenai kapan atau apakah usulan perluasan jadwal CFD ini akan diimplementasikan. "Usulan itu tentunya kami akan pertimbangkan secara matang sebelum pada saatnya kami putuskan," tegasnya, mengindikasikan bahwa proses pengambilan keputusan akan melibatkan berbagai aspek pertimbangan, termasuk kesiapan infrastruktur dan dampak sosial ekonomi bagi warga Jakarta.
