Sebuah insiden mengejutkan menimpa kediaman seorang pengacara bernama Sulardi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, saat dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa ini terjadi pada dini hari Kamis (3/7/2026), namun kecurigaan sudah muncul beberapa hari sebelumnya dengan adanya pihak-pihak misterius yang mondar-mandir di sekitar rumah. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Sulardi mengungkapkan bahwa tetangga sempat mencurigai kehadiran orang asing di lingkungan mereka.
Menurut penuturan Sulardi kepada wartawan pada Minggu (5/7), kecurigaan tetangga bermula pada Senin malam, beberapa hari sebelum kejadian. "Memang ada pihak-pihak yang dicurigai oleh tetangga-tetangga itu, oleh teman-teman yang pada nongkrong di depan itu mencurigai, itu bukan orang lama, orang baru gitu loh, orang asing," jelas Sulardi, mengutip pengamatan warga sekitar.

Ia menambahkan, orang-orang tak dikenal tersebut terlihat memperhatikan situasi lingkungan, mondar-mandir, dan bahkan sempat bertanya-tanya kepada warga sekitar. Namun, tak satu pun tetangga atau teman Sulardi yang mengenal identitas mereka. "Seolah-olah itu dia akan ada yang mencari sesuatu, membeli sesuatu. Tapi indikasinya itu tidak dikenal oleh tetangga itu, tetangga-tetangga dan teman-teman itu nggak mengenal siapa mereka," imbuhnya, menggambarkan keanehan situasi sebelum kejadian.
Detik-detik mencekam terjadi saat Sulardi, yang kebetulan terbangun sekitar pukul 02.15 WIB untuk persiapan salat, mendengar teriakan panik dari luar rumah. "Pak Haji, Pak Haji, Pak Haji," tiru Sulardi menirukan panggilan tetangga. Begitu ia keluar, api sudah berkobar di depan gerbang rumahnya.
Beruntung, api yang melahap bagian bawah gerbang rumahnya akibat tumpahan minyak molotov berhasil dipadamkan dengan cepat, sehingga tidak sempat merembet ke bagian rumah lainnya. "Hanya pintu gerbang saja, pintu gerbang (terbakar) terkena pintu gerbang. Cuma karena minyaknya itu di bawah, yang terbakar itu bagian bawah," terang Sulardi, bersyukur api tidak menimbulkan kerusakan lebih parah.
Pihak kepolisian bergerak cepat menanggapi insiden ini. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, mengonfirmasi pada Sabtu (4/7) bahwa penyelidikan intensif sedang dilakukan, termasuk penyisiran rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk memburu pelaku.
Made Budi juga mengungkapkan bahwa dua orang saksi telah dimintai keterangan. Berdasarkan kesaksian mereka, aksi pelemparan bom molotov ini diduga kuat dilakukan oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor, membawa botol berisi bahan yang dicurigai sebagai bom molotov. Kasus ini masih dalam pengembangan untuk mengungkap motif dan menangkap para pelaku, demikian informasi dari internationalmedia.co.id.
