Internationalmedia.co.id – News – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas kinerja luar biasa mereka, terutama dalam menjaga stabilitas sektor keuangan. Peningkatan kepercayaan publik yang signifikan, sebagaimana tercermin dalam survei terbaru, menjadi bukti nyata keberhasilan reformasi Polri dalam meningkatkan profesionalisme.
Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK, menegaskan bahwa capaian ini membuktikan komitmen Polri dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan. "Capaian ini menjadi bukti bahwa upaya reformasi serta peningkatan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin dirasakan oleh masyarakat Indonesia," ujar Friderica dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026).

Lebih lanjut, Friderica menyoroti sinergi dan kolaborasi yang erat antara OJK dan Polri. Kerja sama ini krusial dalam menjaga integritas sektor jasa keuangan, mendukung proses penyidikan terhadap berbagai tindak pidana di bidang tersebut, memperkuat perlindungan konsumen dan masyarakat, serta memberantas aktivitas keuangan ilegal yang merugikan.
"Semoga Polri semakin profesional, modern, terpercaya dan terus menjadi pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat demi Indonesia yang aman, tertib, maju, dan sejahtera. Salam Presisi," pungkasnya, menyampaikan harapan untuk masa depan institusi kepolisian.
Kepercayaan publik yang meningkat ini terekam dalam survei Litbang Kompas yang dilaksanakan pada 9 hingga 18 April 2026. Survei ini melibatkan 1.200 responden melalui wawancara tatap muka, dengan metode pencuplikan acak sistematis bertingkat di 38 provinsi. Margin of error survei ini sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil survei menunjukkan peningkatan keyakinan publik terhadap kinerja Polri di masa mendatang. Sebanyak 82,4% responden menyatakan yakin bahwa kinerja Polri akan semakin baik. Angka ini naik signifikan dibandingkan survei tahun 2025 yang mencatat 76,2% kepercayaan publik. Hanya 12,1% responden yang tidak yakin, dan 5,5% memilih tidak tahu. Data ini mengindikasikan optimisme yang kuat dari masyarakat terhadap institusi kepolisian.
