Internationalmedia.co.id – News mengabarkan duka mendalam dari Lebanon Selatan, di mana rentetan serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 13 jiwa di wilayah Tyre. Insiden tragis ini terjadi hanya beberapa menit sebelum gencatan senjata yang telah dinanti-nantikan antara Israel dan Lebanon resmi diberlakukan pada Kamis (16/4) tengah malam waktu setempat.
Laporan koresponden AFP dari lapangan, yang juga dikutip oleh internationalmedia.co.id, menyebutkan bahwa enam bangunan permukiman di Tyre menjadi sasaran utama, mengakibatkan kehancuran parah. Selain korban tewas, sekitar 35 orang dilaporkan mengalami luka-luka, dan tim penyelamat masih berjuang mencari 15 individu yang dinyatakan hilang, diduga tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang luluh lantak. Seorang pejabat setempat yang enggan disebutkan namanya membenarkan angka korban tersebut.

Gencatan senjata yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari ke depan ini merupakan hasil kesepakatan yang diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa ia telah melakukan "percakapan yang luar biasa" dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Bibi Netanyahu. Kedua pemimpin tersebut, menurut Trump, sepakat untuk memulai gencatan senjata demi mencapai perdamaian di antara kedua negara, berlaku mulai pukul 17.00 sore EST.
Pengumuman bersejarah ini tidak lepas dari upaya diplomatik intensif. Sebelumnya, pada Selasa (14/4), Washington DC menjadi saksi bisu pembicaraan langsung yang terbilang langka antara Duta Besar Israel dan Lebanon, yang dimediasi oleh AS. Pertemuan ini menandai momen krusial, menjadi interaksi langsung pertama antara pejabat senior dari kedua negara sejak tahun 1993, sebuah jeda yang berlangsung selama lebih dari tiga dekade.
Konflik di Timur Tengah telah menyeret Lebanon ke dalam pusaran perang sejak 2 Maret lalu, menyusul serangan kelompok Hizbullah yang berbasis di negara itu dan didukung Iran terhadap wilayah Israel. Sejak saat itu, rentetan serangan udara balasan dari Israel telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang parah, menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi dari rumah mereka. Tel Aviv juga diketahui telah mengerahkan pasukan daratnya ke wilayah selatan Lebanon, dekat perbatasan negaranya, menambah ketegangan di kawasan tersebut. Kini, dengan berlakunya gencatan senjata, harapan akan jeda dari kekerasan menyelimuti kawasan yang telah lama bergejolak ini.

