Teheran – Militer Iran mengeluarkan ultimatum mengejutkan, mengancam akan memblokir jalur perdagangan vital di Laut Merah, Teluk Persia, dan Laut Oman. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, seperti dilansir Internationalmedia.co.id – News.
Ali Abdollahi, Kepala Pusat Komando Militer Iran, dalam pernyataannya yang dikutip oleh kantor berita AFP pada Rabu (15/4/2026), menegaskan bahwa tindakan AS melanjutkan blokade merupakan pelanggaran gencatan senjata. Ia menuduh Washington menciptakan ketidakamanan serius bagi kapal-kapal komersial dan tanker minyak Iran. "Angkatan bersenjata Republik Islam yang kuat tidak akan membiarkan ekspor atau impor apa pun berlanjut di wilayah strategis Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah," tegas Abdollahi, mengutip pernyataan dari sumber yang sama.

Abdollahi menambahkan, Republik Islam Iran akan bertindak tegas demi membela kedaulatan nasional dan kepentingannya. Diketahui, Amerika Serikat telah memberlakukan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran sejak hari Senin, menyusul kegagalan pembicaraan antara AS-Iran di Pakistan akhir pekan lalu yang bertujuan mengakhiri konflik.
Namun, di tengah ketegangan ini, data terkini menunjukkan adanya beberapa kapal yang berlayar dari pelabuhan-pelabuhan Iran berhasil melintasi Selat Hormuz, meskipun ada blokade. Kantor berita Iran, Tasnim, pada hari Rabu melaporkan bahwa aktivitas pengiriman dari pelabuhan-pelabuhan selatan Iran tetap berjalan normal. Bahkan, kapal-kapal komersial Iran disebut telah berlayar menuju berbagai destinasi global dalam 24 jam terakhir, menantang blokade yang diberlakukan AS.

