Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Israel Luluh Setelah Kontroversi Akses Gereja Suci
Trending Indonesia

Israel Luluh Setelah Kontroversi Akses Gereja Suci

GunawatiBy Gunawati30-03-2026 - 21.45Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Israel Luluh Setelah Kontroversi Akses Gereja Suci
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News melaporkan perkembangan signifikan dari Yerusalem. Setelah menuai kecaman global, Israel akhirnya mencabut larangan akses bagi Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem, untuk memasuki Gereja Makam Kudus. Keputusan ini datang menyusul insiden kontroversial pada Minggu Palma yang memicu gelombang protes internasional.

Sebelumnya, pada Minggu (29/3), Kepolisian Israel secara mengejutkan melarang Kardinal Pizzaballa untuk merayakan Misa Minggu Palma di situs suci tersebut. Alasan yang dikemukakan pihak berwenang Israel adalah "kekhawatiran keamanan" di tengah meningkatnya ketegangan regional, terutama terkait serangan rudal dari Iran yang disebut menargetkan dekat situs-situs keagamaan di Yerusalem. Insiden ini terjadi saat Israel memberlakukan pembatasan berkumpul di tempat ibadah.

Israel Luluh Setelah Kontroversi Akses Gereja Suci
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Larangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa abad ini segera memicu gelombang kecaman dari berbagai penjuru dunia. Para pemimpin dari Prancis, Spanyol, Italia, dan Yordania menyuarakan keprihatinan mereka. Bahkan, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dengan tegas menyebut tindakan Israel sebagai "pelanggaran kebebasan beragama."

Menanggapi badai kritik tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (29/3) malam, melalui platform media sosial X, menegaskan bahwa Kepolisian Israel "sama sekali tidak memiliki niat jahat." Ia menjelaskan bahwa larangan itu murni didasari oleh "kekhawatiran khusus akan keselamatan" Kardinal Pizzaballa dan rombongannya.

Netanyahu juga menyinggung situasi keamanan yang memanas, dengan menyatakan bahwa "selama beberapa hari terakhir, Iran telah berulang kali menargetkan tempat-tempat suci dari ketiga agama monoteistik di Yerusalem dengan rudal-rudal balistik." Klaim ini diperkuat dengan penemuan serpihan rudal dan rudal pencegat di Kota Tua Yerusalem pada 16 Maret, termasuk di area dekat Gereja Makam Kudus.

Namun, pihak Patriarkat Latin Yerusalem memiliki pandangan berbeda. Mereka menjelaskan bahwa Kardinal Pizzaballa dan Penjaga Tanah Suci, Pastor Francesco Ielpo, sedang dalam perjalanan pribadi tanpa prosesi seremonial ketika petugas di pintu masuk gereja memaksa mereka untuk berbalik. Pernyataan Patriarkat menyebut insiden ini sebagai "preseden serius" yang mengabaikan kepekaan umat Kristen di seluruh dunia, mengingat ini adalah kali pertama dalam berabad-abad pemimpin gereja dicegah merayakan Misa Minggu Palma di sana.

Akhirnya, pada Senin (30/3), setelah tekanan internasional yang masif, PM Netanyahu mengumumkan bahwa Kardinal Pizzaballa akan mendapatkan "akses penuh dan segera" ke Gereja Makam Kudus. Keputusan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mengembalikan kebebasan beribadah di salah satu situs paling suci bagi umat Kristen tersebut. Insiden ini sekali lagi menyoroti kompleksitas dan sensitivitas situasi di Yerusalem, di mana isu keamanan seringkali beririsan dengan kebebasan beragama dan hak-hak komunitas internasional.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Israel Sahkan Hukuman Mati Kontroversial

31-03-2026 - 03.45

Kematian Beruntun Hantui Pasukan PBB Lebanon

31-03-2026 - 03.30

Timur Tengah Memanas Pasukan Elit AS Mendarat

31-03-2026 - 03.15

Pagi Berdarah di Sekolah Argentina

31-03-2026 - 03.00

Iran Siap Sambut Invasi Darat AS Hiu Teluk Persia Menanti

30-03-2026 - 23.46

Bencana Mematikan Landa Dua Negara Asia

30-03-2026 - 23.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.