Internationalmedia.co.id – News melaporkan perkembangan signifikan dari Yerusalem. Setelah menuai kecaman global, Israel akhirnya mencabut larangan akses bagi Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem, untuk memasuki Gereja Makam Kudus. Keputusan ini datang menyusul insiden kontroversial pada Minggu Palma yang memicu gelombang protes internasional.
Sebelumnya, pada Minggu (29/3), Kepolisian Israel secara mengejutkan melarang Kardinal Pizzaballa untuk merayakan Misa Minggu Palma di situs suci tersebut. Alasan yang dikemukakan pihak berwenang Israel adalah "kekhawatiran keamanan" di tengah meningkatnya ketegangan regional, terutama terkait serangan rudal dari Iran yang disebut menargetkan dekat situs-situs keagamaan di Yerusalem. Insiden ini terjadi saat Israel memberlakukan pembatasan berkumpul di tempat ibadah.

Larangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa abad ini segera memicu gelombang kecaman dari berbagai penjuru dunia. Para pemimpin dari Prancis, Spanyol, Italia, dan Yordania menyuarakan keprihatinan mereka. Bahkan, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dengan tegas menyebut tindakan Israel sebagai "pelanggaran kebebasan beragama."
Menanggapi badai kritik tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (29/3) malam, melalui platform media sosial X, menegaskan bahwa Kepolisian Israel "sama sekali tidak memiliki niat jahat." Ia menjelaskan bahwa larangan itu murni didasari oleh "kekhawatiran khusus akan keselamatan" Kardinal Pizzaballa dan rombongannya.
Netanyahu juga menyinggung situasi keamanan yang memanas, dengan menyatakan bahwa "selama beberapa hari terakhir, Iran telah berulang kali menargetkan tempat-tempat suci dari ketiga agama monoteistik di Yerusalem dengan rudal-rudal balistik." Klaim ini diperkuat dengan penemuan serpihan rudal dan rudal pencegat di Kota Tua Yerusalem pada 16 Maret, termasuk di area dekat Gereja Makam Kudus.
Namun, pihak Patriarkat Latin Yerusalem memiliki pandangan berbeda. Mereka menjelaskan bahwa Kardinal Pizzaballa dan Penjaga Tanah Suci, Pastor Francesco Ielpo, sedang dalam perjalanan pribadi tanpa prosesi seremonial ketika petugas di pintu masuk gereja memaksa mereka untuk berbalik. Pernyataan Patriarkat menyebut insiden ini sebagai "preseden serius" yang mengabaikan kepekaan umat Kristen di seluruh dunia, mengingat ini adalah kali pertama dalam berabad-abad pemimpin gereja dicegah merayakan Misa Minggu Palma di sana.
Akhirnya, pada Senin (30/3), setelah tekanan internasional yang masif, PM Netanyahu mengumumkan bahwa Kardinal Pizzaballa akan mendapatkan "akses penuh dan segera" ke Gereja Makam Kudus. Keputusan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mengembalikan kebebasan beribadah di salah satu situs paling suci bagi umat Kristen tersebut. Insiden ini sekali lagi menyoroti kompleksitas dan sensitivitas situasi di Yerusalem, di mana isu keamanan seringkali beririsan dengan kebebasan beragama dan hak-hak komunitas internasional.

