Otoritas Rusia baru-baru ini mengambil langkah drastis dengan memerintahkan seorang diplomat dari Kedutaan Besar Inggris di Moskow untuk segera meninggalkan negara itu. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, pengusiran ini didasari tuduhan serius bahwa diplomat tersebut terlibat dalam aktivitas mata-mata, sebuah klaim yang disampaikan oleh dinas keamanan FSB Rusia melalui media pemerintah.
Insiden ini bukan kali pertama Moskow dan London terlibat dalam drama pengusiran diplomatik. Selama lebih dari satu dekade terakhir, kedua negara adidaya ini kerap saling tuding melakukan spionase, yang berujung pada pengusiran staf kedutaan secara bergantian. Pola ini menunjukkan ketegangan yang mendalam dan saling curiga antara kedua belah pihak.

Kantor berita AFP, yang dikutip oleh internationalmedia.co.id, mengidentifikasi diplomat yang diusir sebagai Albertus Gerhardus Janse Van Rensburg, seorang sekretaris kedutaan. Menurut laporan dinas keamanan FSB, Van Rensburg dituduh terlibat dalam "aktivitas intelijen subversif yang mengancam keamanan Rusia". Keputusan tegas telah diambil: akreditasi Van Rensburg dicabut, dan ia diberi waktu dua minggu untuk angkat kaki dari tanah Rusia, demikian disampaikan kantor berita RIA mengutip pernyataan FSB.
Hingga berita ini diturunkan, Kedutaan Besar Inggris belum memberikan komentar publik terkait insiden ini. Kementerian Luar Negeri Rusia sendiri telah memanggil kuasa usaha Inggris untuk menyampaikan protes resmi. Hubungan antara London dan Moskow memang tengah berada di titik terendah, diperparah oleh konflik di Ukraina, dan tuduhan spionase telah menjadi duri dalam daging selama beberapa dekade.
Mengingat kembali sejarah kelam, ketegangan spionase ini bukanlah hal baru. Pada tahun 2006, Alexander Litvinenko, mantan perwira FSB yang membelot, tewas diracuni polonium di London. Penyelidik Inggris meyakini itu adalah pembunuhan yang didalangi dinas rahasia Rusia. Kemudian pada tahun 2018, Sergei Skripal, seorang agen ganda Rusia, juga menjadi korban keracunan zat saraf Novichok di Salisbury, Inggris, sebuah insiden yang juga dikaitkan dengan campur tangan Moskow.

