Internationalmedia.co.id – News – Situasi di Tepi Barat yang diduduki kembali memanas setelah militer Israel melaporkan serangkaian serangan pembakaran yang dilakukan oleh pemukim Israel. Insiden kekerasan ini menargetkan properti warga Palestina, menyebabkan sejumlah penduduk setempat terluka.
Menurut keterangan militer Israel yang dikutip AFP, pasukan IDF dan polisi perbatasan telah dikerahkan ke sejumlah desa Palestina menyusul laporan mengenai warga sipil Israel yang melakukan tindakan pembakaran terhadap bangunan dan properti, serta terlibat dalam kerusuhan. "Pasukan keamanan mengutuk kekerasan dalam bentuk apa pun dan akan terus bertindak untuk menjaga keamanan penduduk dan ketertiban umum di daerah tersebut," demikian pernyataan militer Israel.

Kantor berita Palestina WAFA mengonfirmasi bahwa beberapa warga Palestina mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Insiden pembakaran ini dilaporkan terjadi tak lama setelah militer Israel mengumumkan kematian seorang warga sipil Israel pada Sabtu (21/3), menyusul laporan tabrakan antara kendaraan Palestina dan Israel. Pihak kepolisian Israel masih menyelidiki apakah insiden tabrakan tersebut memiliki kaitan dengan terorisme, meskipun belum ada konfirmasi resmi.
Peningkatan kekerasan yang mematikan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat telah menjadi perhatian serius, terutama sejak pecahnya perang di Gaza. Data dari kementerian kesehatan yang berbasis di Ramallah menunjukkan, setidaknya enam warga Palestina tewas akibat tembakan dalam serangan pemukim di Tepi Barat sejak 1 Maret lalu.
Kekerasan di Tepi Barat, wilayah yang telah diduduki Israel sejak tahun 1967, memang secara signifikan meningkat tajam menyusul serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang Gaza. Berdasarkan perhitungan AFP yang mengacu pada data kementerian kesehatan Palestina, setidaknya 1.050 warga Palestina, termasuk militan dan puluhan warga sipil, telah tewas oleh pasukan atau pemukim Israel di Tepi Barat sejak konflik Gaza dimulai. Sementara itu, angka resmi Israel mencatat 45 warga Israel, baik tentara maupun warga sipil, juga kehilangan nyawa dalam serangan yang dilakukan oleh warga Palestina atau selama operasi militer Israel.

