Internationalmedia.co.id – News – Meksiko bergolak menyusul sebuah operasi militer dramatis yang menyasar markas besar kartel narkoba Sinaloa di wilayah barat laut negara itu. Sebanyak sebelas anggota kartel dilaporkan tewas dalam baku tembak sengit yang terjadi pada Kamis (19/3) waktu setempat, dengan rilis informasi pada Jumat (20/3/2026).
Operasi ini secara spesifik menargetkan sejumlah properti yang diyakini menjadi basis faksi Kartel Sinaloa yang berafiliasi dengan gembong narkoba Ismael ‘El Mayo’ Zambada. Faksi loyalis Zambada, yang telah mendekam di penjara Amerika Serikat sejak tahun 2024, diketahui terlibat dalam konflik berdarah melawan sekutu putra-putra Joaquin "El Chapo" Guzman, yang juga menjalani hukuman di AS.

Ketika pasukan marinir tiba di salah satu properti target, mereka disambut dengan rentetan tembakan dari para anggota kartel. Baku tembak tak terhindarkan, yang menurut pernyataan sekretariat keamanan, menewaskan sebelas orang dari pihak kartel. Beruntungnya, tidak ada laporan mengenai korban luka di pihak pasukan militer selama operasi berlangsung.
Dalam insiden terpisah, pasukan pemerintah sempat menahan seorang wanita yang diduga merupakan putri dari pemimpin faksi yang dikenal dengan julukan "Mayiza." Namun, setelah verifikasi menyeluruh, wanita yang tidak disebutkan namanya itu akhirnya dibebaskan lantaran pihak berwenang memastikan bahwa ia tidak memiliki keterkaitan dengan aktivitas kriminal.
Dampak dari penggerebekan ini segera terasa di wilayah tersebut. Operasi ini memicu gelombang blokade jalan raya dan pembakaran sejumlah bisnis oleh pihak yang diduga simpatisan kartel. Pihak berwenang menegaskan bahwa mereka akan mempertahankan kehadiran operasional di area tersebut untuk menjaga stabilitas dan keamanan.
Operasi ini juga tidak lepas dari konteks tekanan internasional yang semakin kuat. Meksiko diketahui telah meningkatkan upaya penangkapan pengedar narkoba dan penyitaan barang haram seiring dengan desakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kepada pihak berwenang Meksiko untuk menindak tegas kartel-kartel narkoba.

