Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Merekam Rudal Iran Turis Inggris Terancam Penjara
Trending Indonesia

Merekam Rudal Iran Turis Inggris Terancam Penjara

GunawatiBy Gunawati15-03-2026 - 16.00Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Merekam Rudal Iran Turis Inggris Terancam Penjara
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Seorang turis asal Inggris berusia 60 tahun kini menghadapi dakwaan serius di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), setelah diduga merekam insiden rudal Iran melintasi langit kota tersebut. Penangkapan ini dilakukan berdasarkan undang-undang kejahatan siber UEA yang ketat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa pria tersebut saat ini masih dalam penahanan, memicu perhatian dari pihak berwenang Inggris.

Menurut laporan CNN, pria yang identitasnya tidak disebutkan ini didakwa melanggar aturan yang melarang publikasi atau penyebaran materi yang berpotensi mengganggu keamanan publik. Kementerian Luar Negeri Inggris telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang menjalin komunikasi dengan otoritas setempat terkait penahanan warga negaranya di UEA.

Merekam Rudal Iran Turis Inggris Terancam Penjara
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menteri Negara UEA untuk Uni Eropa, Lana Nusseibeh, kepada BBC menyatakan bahwa ia mengetahui adanya beberapa pelanggaran hukum, namun menolak berkomentar spesifik mengenai kasus turis Inggris tersebut. Nusseibeh menekankan bahwa peraturan yang berlaku diterapkan demi keselamatan publik. "Saran terbaik saya kepada semua orang di sini, yang kami sambut kehadirannya, adalah ikuti pedoman. Pedoman tersebut ada untuk keselamatan dan perlindungan Anda," ujarnya.

Hukuman bagi pelanggaran undang-undang kejahatan siber di UEA tidak main-main, yakni minimal 2 tahun penjara dan denda sebesar 200.000 dirham UEA, setara sekitar Rp 925 juta. Duta Besar UEA untuk Inggris, Mansoor Abulhoul, dalam wawancara dengan stasiun radio Inggris LBC, menegaskan bahwa UEA adalah negara yang sangat aman dan pedoman yang ada bertujuan untuk menjamin keselamatan masyarakat.

Abulhoul menjelaskan bahwa larangan merekam bertujuan untuk melindungi warga dari potensi puing-puing yang berjatuhan. Jaksa Agung UEA sendiri telah mengeluarkan peringatan keras agar masyarakat tidak menyebarkan foto atau video yang menunjukkan lokasi serangan atau informasi tidak akurat yang dapat memicu kepanikan.

Peringatan pemerintah lainnya, yang disebarkan melalui email, pesan teks, dan pengumuman informasi publik, secara tegas menyatakan: "Memotret atau membagikan situs keamanan atau situs penting, atau memposting ulang informasi yang tidak dapat diandalkan, dapat mengakibatkan tindakan hukum dan membahayakan keamanan dan stabilitas nasional. Kepatuhan membantu menjaga keamanan dan stabilitas masyarakat." Slogan "Berpikir sebelum berbagi. Menyebarkan rumor adalah kejahatan" juga terus digaungkan oleh otoritas UEA.

Kedutaan Besar Inggris di UEA melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) juga mengingatkan warga negaranya bahwa otoritas UEA melarang pemotretan, pengunggahan, atau pembagian gambar lokasi kejadian atau kerusakan akibat proyektil, serta gedung-gedung pemerintah dan misi diplomatik. Warga negara Inggris tunduk pada hukum UEA, dan pelanggaran dapat berujung pada denda, hukuman penjara, atau deportasi.

Kasus ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional. Sejak konflik di kawasan Timur Tengah memanas, lebih dari 1.800 drone dan rudal dilaporkan telah diluncurkan ke arah UEA, menyebabkan enam orang tewas dan 141 lainnya terluka. Insiden ini menggarisbawahi betapa seriusnya pemerintah UEA dalam menjaga keamanan dan ketertiban publik, terutama di tengah situasi geopolitik yang sensitif dan risiko keamanan yang nyata.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Penyelundupan Vape Singapura Terbongkar Miliaran Rupiah

15-03-2026 - 18.00

Target Utama Iran Kini Netanyahu

15-03-2026 - 16.15

Trump Klaim Iran Lemah Kini Minta Bantuan Dunia

15-03-2026 - 12.30

Anak Gadis Kim Jong Un Kembali Disorot Dunia

15-03-2026 - 12.15

Swiss Tolak AS di Langitnya

15-03-2026 - 12.00

Pemikir Besar Dunia Tutup Buku

15-03-2026 - 10.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.