Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Peringatan Keras Iran Siap Hantam Lebih Keras
Trending Indonesia

Peringatan Keras Iran Siap Hantam Lebih Keras

GunawatiBy Gunawati13-03-2026 - 16.15Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Peringatan Keras Iran Siap Hantam Lebih Keras
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Teheran, Iran – Internationalmedia.co.id – News – Garda Revolusi Iran (IRGC), sayap ideologis militer Republik Islam, mengeluarkan peringatan keras. Mereka menegaskan bahwa setiap upaya unjuk rasa baru yang menentang pemerintah Teheran akan dihadapi dengan respons yang jauh lebih brutal dibandingkan penindakan keras yang menewaskan ribuan orang pada Januari lalu.

Melalui siaran televisi pemerintah, IRGC menuding "musuh jahat" berupaya kembali menanamkan ketakutan dan memicu kerusuhan di jalanan, setelah gagal mencapai tujuannya di "medan pertempuran". Mereka secara eksplisit menjanjikan "pukulan yang lebih keras daripada pada 8 Januari lalu" jika terjadi gejolak serupa.

Peringatan Keras Iran Siap Hantam Lebih Keras
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ancaman ini muncul hanya dua pekan setelah serangkaian gejolak geopolitik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya secara terang-terangan menyatakan bahwa salah satu tujuannya adalah "menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk menjatuhkan" pemerintahan mereka. Seruan serupa juga digaungkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang mendesak rakyat Iran untuk bangkit menggulingkan rezim.

Gelombang protes di Iran bermula pada Desember tahun lalu, awalnya dipicu oleh tingginya biaya hidup. Namun, demonstrasi tersebut dengan cepat bermetamorfosis menjadi gerakan antipemerintah yang lebih luas. Puncaknya terjadi pada 8 Januari, sebuah insiden yang oleh pemerintah Iran dilabeli sebagai "kerusuhan" yang didalangi oleh "teroris" yang beroperasi atas nama Israel dan AS.

Banyak demonstran dilaporkan kehilangan nyawa selama gelombang protes tersebut, diduga kuat akibat penindakan brutal oleh aparat Teheran. Meskipun data resmi pemerintah Iran mencatat lebih dari 3.000 korban meninggal, yang sebagian besar diklaim sebagai personel pasukan keamanan atau warga sipil yang tidak terlibat, laporan dari berbagai organisasi non-pemerintah (LSM) yang berbasis di luar negeri menyajikan gambaran berbeda. Mereka menuduh pasukan keamanan Iran sengaja menembaki para pengunjuk rasa. Human Rights Activists News Agency, sebuah lembaga yang berbasis di AS, bahkan melaporkan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 7.000 orang selama rentetan unjuk rasa antipemerintah di awal tahun ini.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Timur Tengah Bergejolak Netanyahu Tebar Ancaman Kapal Perang AS Terbakar

13-03-2026 - 18.30

Misteri Jatuhnya Pesawat Militer AS di Irak

13-03-2026 - 18.00

Australia Tarik Diplomatnya dari Timur Tengah Situasi Genting

13-03-2026 - 16.45

Serangan Drone Irak Tewaskan Tentara Prancis Macron Bersuara

13-03-2026 - 16.30

Pemimpin Iran Terluka Trump Buka Suara

13-03-2026 - 16.00

Angka Kematian Lebanon Melonjak Drastis

13-03-2026 - 12.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.