Situasi di Lebanon semakin mencekam. Rentetan serangan yang dilancarkan Israel, dengan dalih menargetkan kelompok Hizbullah, telah menyebabkan lonjakan drastis jumlah korban tewas, menembus angka 680 jiwa. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa puluhan anak-anak termasuk di antara mereka yang kehilangan nyawa akibat gempuran yang intensif sejak awal bulan ini.
Peningkatan ketegangan ini bermula setelah Israel dan sekutunya, Amerika Serikat, melancarkan serangan gabungan berskala besar terhadap Iran, sekutu utama Hizbullah, pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut berujung pada tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Hizbullah melancarkan serangan roket ke wilayah Israel pada 2 Maret, memicu kembali aksi saling serang yang tak terhindarkan di perbatasan.

Kementerian Kesehatan Lebanon, melalui laporan yang diterima internationalmedia.co.id dari Anadolu Agency pada Jumat (13/3/2026), mengonfirmasi bahwa sedikitnya 687 orang telah meninggal dunia akibat gempuran Israel sepanjang awal Maret. Angka tragis ini mencakup 98 anak-anak, 62 wanita, dan 18 paramedis yang sedang bertugas. Selain itu, sebanyak 1.774 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, di antaranya 304 anak-anak, 328 wanita, dan 45 paramedis, menambah daftar panjang penderitaan sipil.
Dalam pertempuran sengit yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir, kedua belah pihak saling melancarkan serangan lintas perbatasan. Hizbullah menargetkan situs-situs militer Israel dengan roket, yang kemudian dibalas Tel Aviv dengan gempuran intensif di area-area yang diyakini menjadi basis kekuatan Hizbullah. Operasi militer Israel di Lebanon mencakup serangan udara di pinggiran selatan Beirut serta wilayah selatan dan timur Lebanon. Bahkan, sejak 3 Maret, Tel Aviv telah memulai serangan darat terbatas di wilayah selatan Lebanon, menandai eskalasi yang lebih serius dalam konflik ini.

