Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home
Trending Indonesia

GunawatiBy Gunawati13-03-2026 - 12.15Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

AS Dihantui Drone Iran Gedung Putih Buka Fakta

Washington DC – Sebuah gelombang kekhawatiran melanda Amerika Serikat menyusul laporan media tentang potensi ancaman drone Iran di wilayah Pantai Barat, khususnya California. Namun, Gedung Putih dengan tegas membantah klaim tersebut. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa juru bicara Gedung Putih menegaskan tidak ada ancaman semacam itu dari Teheran terhadap wilayah AS.

Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, dalam pernyataan resminya melalui media sosial X pada Jumat (13/3/2026), menegaskan, "Untuk memperjelas: Tidak ada ancaman semacam itu dari Iran terhadap wilayah kita, dan tidak pernah ada." Pernyataan ini secara langsung menepis narasi yang beredar di beberapa media AS yang mengindikasikan Iran berencana membalas AS dengan menargetkan area Pantai Barat menggunakan rentetan drone.

Leavitt secara khusus menyoroti laporan ABC News yang mengklaim Biro Investigasi Federal (FBI) telah memperingatkan sejumlah departemen kepolisian di California tentang ancaman tersebut. Menurutnya, laporan tersebut hanya didasarkan pada satu email yang dikirimkan kepada penegak hukum setempat, yang disebutnya memuat "satu informasi yang tidak terverifikasi."

Ia menambahkan, email tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa informasi itu bersumber dari "intelijen yang tidak terverifikasi" – sebuah detail krusial yang, menurut Leavitt, sengaja dihilangkan dari pemberitaan ABC News. Leavitt menuduh ABC News menyebarkan informasi palsu dan menuntut agar laporan tersebut segera ditarik kembali karena telah menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu di kalangan publik Amerika. "Unggahan dan berita ini harus segera ditarik kembali oleh ABC News karena memberikan informasi palsu untuk secara sengaja menimbulkan kekhawatiran bagi rakyat Amerika," tegas Leavitt.

Sebelumnya, pada Rabu (11/3), Presiden Donald Trump sempat menanggapi laporan serupa, menyatakan bahwa kemungkinan rencana pembalasan Iran di California telah diselidiki. "Ada banyak hal yang terjadi, dan yang bisa kita lakukan hanyalah menghadapinya apa adanya," ujar Trump kepada wartawan.

Sementara itu, Gubernur California Gavin Newsom juga telah mengambil langkah antisipatif. Kantor Layanan Darurat Gubernur California diperintahkan untuk meningkatkan postur keamanannya. Newsom menyatakan pihaknya telah berkoordinasi erat dengan mitra negara bagian, lokal, dan federal sejak awal konflik untuk berbagi informasi secara berkelanjutan, menyusul laporan mengenai potensi ancaman drone Iran terhadap area Pantai Barat.


Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Angka Kematian Lebanon Melonjak Drastis

13-03-2026 - 12.45

Netanyahu Kembali Dengan Ancaman Maut

13-03-2026 - 12.30

Turki Bergetar Lagi Warga Penasaran

13-03-2026 - 12.00

Ultimatum Teheran Guncang Kawasan

13-03-2026 - 10.45

Geger Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak Ini Kata Pentagon

13-03-2026 - 10.30

Langit Saudi Membara Diserang Habis-habisan

13-03-2026 - 10.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.