Internationalmedia.co.id – News, Riyadh – Arab Saudi kembali menjadi sasaran rentetan serangan drone dan rudal yang intens, di tengah memanasnya konflik antara Iran, negara tetangganya, dengan Amerika Serikat dan Israel. Sistem pertahanan udara Saudi berhasil mencegat sedikitnya 24 drone dan sejumlah rudal pada Kamis lalu, mencegah potensi kerusakan besar pada infrastruktur vital negara tersebut. Serangan ini merupakan bagian dari balasan Teheran atas pengeboman yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv sejak 28 Februari.
Otoritas Riyadh, seperti dilaporkan Al Arabiya dan dikutip internationalmedia.co.id, menyebutkan beberapa drone terdeteksi meluncur menuju Gurun Rub’ Al Khali, mengarah ke ladang minyak Shaybah, yang memang sering menjadi target. Drone lainnya teridentifikasi terbang ke Provinsi Timur. Dua rudal balistik juga berhasil dicegat; satu menuju Provinsi Timur dan satu lagi menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di al-Kharj, lokasi strategis tempat puluhan jet tempur AS ditempatkan.

Juru bicara militer Saudi mengonfirmasi bahwa tujuh drone berhasil ditembak jatuh di Provinsi Timur, sementara satu drone lainnya dihancurkan di Gurun Rub’ Al Khali. Serangan ini bukan yang pertama. Sehari sebelumnya, pada Rabu (11/3), 21 drone telah dicegat dan dihancurkan di dekat Dammam, dalam upaya Iran menargetkan Saudi. Dua drone lainnya juga berhasil dihentikan di Gurun Rub’ Al Khali, yang juga mengarah ke ladang minyak Shaybah.
Meski rentetan serangan terus berlanjut, Riyadh telah menegaskan bahwa tindakan Iran adalah eskalasi berbahaya yang tidak dapat dibenarkan, dengan konsekuensi serius bagi stabilitas regional. Otoritas Saudi menekankan bahwa perilaku Teheran tidak mencerminkan prinsip-prinsip bertetangga yang baik dan tidak mendukung kepentingan perdamaian.
Kementerian Luar Negeri Saudi bahkan memberikan peringatan keras, menyatakan bahwa Iran akan menjadi "pihak yang paling dirugikan" jika serangan semacam ini terus berlanjut. "Kami menekankan bahwa tindakan Iran saat ini terhadap negara-negara kami tidak mencerminkan kebijaksanaan atau kepentingan untuk menghindari perluasan siklus eskalasi, di mana Iran akan menjadi pihak yang paling dirugikan," tegas kementerian tersebut. Riyadh juga menegaskan kembali hak penuh negaranya untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan demi melindungi rakyat, wilayah, dan kedaulatannya.

