Kepolisian Norwegia berhasil meringkus tiga orang bersaudara yang disinyalir kuat menjadi pelaku di balik ledakan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Oslo. Penangkapan ini menjadi babak baru dalam penyelidikan insiden yang mengguncang ibu kota Norwegia tersebut. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, ketiga terduga kini menjalani interogasi mendalam untuk mengungkap motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Jaksa penuntut polisi, Christian Hatlo, mengungkapkan bahwa para tersangka adalah warga Norwegia keturunan Irak. Mereka diamankan di Oslo pada Rabu (11/2) sore waktu setempat. "Kami masih bekerja berdasarkan beberapa hipotesis. Salah satunya adalah apakah ini perintah dari entitas pemerintah," ujar Hatlo, seperti dilansir AFP, Kamis (12/3).

Hatlo menambahkan, penargetan fasilitas diplomatik sepenting kedutaan besar AS secara otomatis meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan motif yang lebih besar, terutama mengingat situasi keamanan global saat ini. Ketiga bersaudara tersebut, yang semuanya berusia sekitar 20-an tahun, masih belum diungkap identitas lengkapnya oleh pihak berwenang demi kepentingan penyelidikan.
"Kami percaya bahwa salah satu dari mereka adalah orang yang menempatkan bom di luar kedutaan dan bahwa dua lainnya terlibat dalam tindakan tersebut," jelas Hatlo, mengindikasikan adanya pembagian peran yang terencana dalam aksi tersebut.
Ledakan di Kedubes AS di Oslo terjadi pada Minggu (8/3) lalu, tepatnya di pintu masuk bagian konsuler kedutaan. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat, terutama setelah serangan Amerika terhadap Iran yang memicu reaksi keras dari Teheran.
Kedutaan-kedutaan AS di berbagai belahan dunia, khususnya di Timur Tengah, telah ditempatkan dalam siaga tinggi menyusul ancaman balasan dari Iran yang menargetkan fasilitas industri dan diplomatik. Konteks global ini menjadi salah satu fokus utama penyelidikan untuk memahami latar belakang dan motivasi di balik ledakan di Oslo. Pihak berwenang Norwegia terus bekerja keras untuk mengungkap seluruh jaringan dan motif di balik serangan ini.

