Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Horor di Selat Hormuz
Trending Indonesia

Horor di Selat Hormuz

GunawatiBy Gunawati09-03-2026 - 21.45Tidak ada komentar3 Mins Read3 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Horor di Selat Hormuz
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang vital bagi perdagangan global, kini diliputi ketegangan mencekam setelah setidaknya sepuluh kapal diserang di atau dekat wilayah tersebut. Insiden-insiden ini terjadi sejak Iran mengumumkan pemblokiran jalur tersebut sebagai balasan atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang meletus pada 28 Februari lalu. Serangan-serangan tersebut telah secara drastis mengganggu lalu lintas maritim, yang merupakan arteri utama bagi pasokan minyak dan komoditas dunia.

Badan Keamanan Maritim Inggris (UKMTO) telah mengeluarkan sepuluh peringatan serangan dan aktivitas mencurigakan sejak Senin, 9 Maret 2026. Meskipun demikian, detail spesifik mengenai kapal-kapal yang terlibat masih terbatas. Sementara itu, Organisasi Maritim Internasional (IMO) melaporkan pada Jumat, 7 Maret, bahwa total sembilan serangan melanda kapal-kapal di Selat Hormuz dalam satu pekan, dengan empat insiden di antaranya menyebabkan sedikitnya tujuh korban jiwa.

Horor di Selat Hormuz
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pada 2 Maret, tiga kapal, yakni Skylight, MKD Vyom, dan Stena Imperative, masing-masing mengalami serangan yang menewaskan satu orang. Di hari yang sama, kapal Hercules Star juga menjadi sasaran di perairan Selat Hormuz. Rentang waktu antara 3 hingga 5 Maret menyaksikan empat kapal lainnya, yaitu Libra Trader, Gold Oak, Safeen Prestige, dan Sonangol Namibe, turut diserang. Puncak insiden terjadi pada 6 Maret, ketika kapal Mussafah 2 diserang, menewaskan sedikitnya empat orang.

Pemerintah Indonesia pada Minggu, 8 Maret, mengonfirmasi bahwa sebuah kapal dengan karakteristik dan posisi terakhir yang mirip dengan Mussafah 2 telah tenggelam dua hari sebelumnya. Otoritas Indonesia melaporkan tiga warga negara Indonesia (WNI) hilang, satu WNI selamat namun terluka, dan empat awak dari negara lain berhasil diselamatkan.

Dampak ekonomi dari serangkaian serangan ini sangat signifikan. Selat Hormuz biasanya menjadi jalur bagi 20 persen minyak dan gas alam cair global. Namun, perusahaan analisis Kpler, yang mengoperasikan platform MarineTraffic, mencatat penurunan lalu lintas kapal tanker hingga 90 persen dalam seminggu terakhir. Data MarineTraffic yang dianalisis oleh AFP pada Jumat, 6 Maret, menunjukkan hanya sembilan kapal komersial—termasuk kapal tanker, kapal kargo, dan kapal kontainer—yang terdeteksi melintasi Selat Hormuz sejak Senin, 2 Maret, dengan beberapa di antaranya bahkan menyembunyikan posisi mereka.

Pusat Informasi Maritim Gabungan (JMIC), yang dikelola oleh koalisi Angkatan Laut Barat, menganalisis bahwa pola serangan yang diamati terhadap kapal yang berlabuh, hanyut, dan kapal bantuan ini mengindikasikan kampanye yang lebih berfokus pada menciptakan ketidakpastian operasional dan menghalangi pergerakan komersial rutin, daripada upaya sistematis untuk menenggelamkan kapal. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi global dan keamanan maritim di salah satu jalur pelayaran terpenting dunia.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Energi dan Air Jadi Medan Perang Baru

09-03-2026 - 23.45

Riyadh Kirim Peringatan Keras Teheran Terancam Rugi Besar

09-03-2026 - 23.30

Armada Pengebom AS Mendarat di Inggris Siap Gempur

09-03-2026 - 23.15

Geger Tepi Barat Empat Nyawa Melayang

09-03-2026 - 23.00

Qatar Dihantam Rudal Iran PM Sebut Pengkhianatan Besar

09-03-2026 - 21.30

Trump Murka Israel Bikin Washington Kaget

09-03-2026 - 21.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.