Internationalmedia.co.id – News – Empat individu dari berbagai negara, termasuk Pakistan, Nepal, dan Bangladesh, dilaporkan tewas di Uni Emirat Arab (UEA) menyusul serangkaian serangan yang dilancarkan Iran. Insiden ini merupakan respons terhadap agresi AS-Israel terhadap Iran, yang kini memicu eskalasi konflik di kawasan Teluk dan berdampak pada negara-negara tetangga.
Kementerian Pertahanan UEA melaporkan melalui platform X bahwa sejak dimulainya agresi Iran, wilayah mereka telah menjadi sasaran 238 rudal balistik, 1.422 drone, dan delapan rudal jelajah. Khusus pada hari ini, UEA berhasil mendeteksi 17 rudal balistik dan 117 drone. Dari jumlah tersebut, 16 rudal dan 113 drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, sementara satu rudal dan empat drone jatuh ke laut.

Salah satu korban tewas adalah seorang warga negara Pakistan yang ditemukan di lingkungan Al Barsha, Dubai. Kematiannya disebabkan oleh puing-puing rudal yang jatuh setelah berhasil dicegat oleh pertahanan udara UEA. Peristiwa tragis ini menambah daftar korban sipil di tengah meluasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Kedutaan Besar Pakistan di UEA menyampaikan duka cita mendalam atas insiden ini. "Di saat duka ini, kami turut merasakan kesedihan keluarga dan menyampaikan doa tulus kami," demikian pernyataan Kedubes Pakistan. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, juga telah mengonfirmasi bahwa pihaknya berkoordinasi erat dengan otoritas Dubai untuk memfasilitasi pemulangan jenazah dua warga negara Pakistan yang menjadi korban.
Banyak dari korban yang tewas dalam beberapa hari terakhir adalah warga negara Asia Selatan, yang merupakan tulang punggung ekonomi Teluk. Mereka bekerja di sektor konstruksi, jasa, dan bidang vital lainnya. Namun, status mereka sebagai pekerja migran seringkali menempatkan mereka dalam posisi rentan, bekerja dengan upah rendah dan tinggal dalam kondisi yang tidak aman, terutama ketika kekerasan meluas di luar target yang dimaksudkan. Organisasi Buruh Internasional memperkirakan ada lebih dari 24 juta pekerja migran di negara-negara Arab, menyoroti skala kerentanan ini.

