Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan imbauan mendesak bagi seluruh warganya untuk segera meninggalkan kawasan Timur Tengah. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, langkah ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran akan keselamatan di wilayah tersebut, terutama setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri, warga Amerika diminta untuk "SEGERA MENINGGALKAN negara-negara di bawah ini menggunakan transportasi komersial yang tersedia, karena risiko keselamatan yang serius." Pernyataan ini disampaikan oleh Mora Namdar, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan konsuler, melalui unggahan di platform media sosial X. Daftar tersebut mencakup 14 negara yang dianggap berisiko tinggi. Meskipun demikian, pemerintah AS belum mengatur evakuasi khusus, melainkan mengandalkan jalur komersial, meskipun penerbangan di sebagian besar wilayah itu telah mengalami gangguan signifikan.

Peringatan ini mencakup Mesir, negara terpadat di kawasan yang selama bertahun-tahun memiliki hubungan tegang dengan Iran, meskipun dampak langsung dari serangan terbaru relatif minim. Selain itu, semua negara-negara Arab Teluk juga masuk dalam daftar, mengingat Iran telah meluncurkan drone dan rudal sebagai respons atas kehadiran pasukan AS di sana. Israel dan wilayah Palestina, serta Irak, Yordania, Lebanon, dan Suriah, yang semuanya telah merasakan dampak langsung dari konflik yang memanas, juga termasuk dalam imbauan ini.
Situasi di Timur Tengah memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pada Sabtu (28/2) lalu. Serangan tersebut memicu balasan dari Iran, yang semakin meningkatkan ketegangan di seluruh wilayah. Imbauan ini menggarisbawahi tingkat kekhawatiran Washington terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah, yang berpotensi membahayakan warga sipil. Tantangan logistik di tengah gangguan penerbangan yang meluas menjadi perhatian serius bagi warga Amerika yang ingin mematuhi peringatan ini.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah, kunjungi terus internationalmedia.co.id.

