Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan geopolitik di Mediterania Timur kembali memanas setelah sebuah insiden mengejutkan. Presiden Siprus, Nikos Christodoulides, mengonfirmasi jatuhnya sebuah drone yang diyakini berasal dari Iran di pangkalan militer Inggris yang berlokasi di pulau tersebut pada Senin (2/3). Peristiwa ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran di kawasan yang lebih luas.
Menurut keterangan Christodoulides yang dikutip oleh internationalmedia.co.id, drone jenis Shahed tersebut menghantam fasilitas militer di Pangkalan Udara Akrotiri, Siprus, beberapa menit setelah tengah malam waktu setempat (sekitar pukul 22.00 GMT). Insiden tersebut dilaporkan hanya menimbulkan kerusakan material yang ringan.

Menanggapi insiden tersebut, Presiden Christodoulides menekankan posisi Siprus. "Kami berada di wilayah dengan ketidakstabilan geopolitik yang sangat rentan, menghadapi berbagai tantangan dan krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya. Ia menegaskan bahwa negaranya "tidak berpartisipasi dan tidak berniat menjadi bagian dari operasi militer apa pun."
Kementerian Pertahanan Inggris sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan mengenai respons pasukannya terhadap dugaan serangan drone di pangkalan mereka di Siprus. Seorang juru bicara kementerian menegaskan, "Perlindungan pasukan kami di wilayah ini berada pada tingkat tertinggi, dan pangkalan telah mengambil tindakan untuk membela personel kami."
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan setelah pemerintah Inggris sebelumnya mengumumkan persetujuannya bagi Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya dalam melancarkan serangan "defensif." Serangan tersebut ditujukan untuk menghancurkan rudal dan peluncur milik Iran.
Seorang pejabat senior pemerintah Inggris, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa Inggris "tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan tidak akan bergabung dalam aksi ofensif saat ini." Namun, ia menambahkan, "Iran sedang menerapkan strategi bumi hangus, oleh karena itu kami mendukung pertahanan diri kolektif sekutu dan rakyat kami di wilayah tersebut," seperti yang diunggah di platform media sosial X.
Pangkalan Akrotiri, yang strategis terletak di semenanjung berbentuk persegi di ujung selatan Siprus, memiliki sejarah panjang penggunaan dalam operasi militer di Irak, Suriah, dan Yaman. Meskipun secara teknis merupakan wilayah kedaulatan Inggris, Siprus sendiri adalah negara anggota Uni Eropa dan saat ini bahkan memegang jabatan presiden bergilir blok tersebut, menambah kompleksitas diplomatik di balik insiden ini.

