Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Iran selatan mencapai puncaknya setelah serangan yang diduga dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat menargetkan sebuah sekolah dasar putri. Pihak berwenang Iran mengumumkan peningkatan drastis jumlah korban jiwa, dengan ratusan orang dilaporkan tewas akibat insiden tragis ini.
Kantor Kejaksaan Minab, melalui Kantor Berita Mizan yang dikutip Al Jazeera pada Minggu lalu, melaporkan bahwa korban tewas di SD putri Shajareh Tayyebeh di Minab kini telah mencapai 108 orang. Serangkaian serangan ini dilaporkan dimulai sejak Sabtu pagi waktu setempat, memicu kekhawatiran global.

Data dari Bulan Sabit Merah Iran pada Sabtu malam menunjukkan skala bencana yang lebih luas, dengan setidaknya 201 orang meninggal dunia dan 747 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan-serangan tersebut di berbagai wilayah.
Menyikapi eskalasi ini, pemerintah Iran segera mengambil langkah-langkah darurat. Salah satunya adalah pengumuman penutupan seluruh universitas di penjuru negeri. "Menteri Sains mengumumkan penutupan universitas di seluruh negeri hingga pemberitahuan lebih lanjut," demikian laporan kantor berita Iran, IRNA, yang dilansir AFP pada Sabtu.
Iran mengecam keras serangan dari AS dan Israel, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak dapat diterima. Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan yang menargetkan sejumlah pangkalan militer AS yang berlokasi di wilayah Timur Tengah, menandai peningkatan ketegangan yang signifikan di kawasan tersebut.

