Internationalmedia.co.id – News – Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah sebuah serangan rudal yang diduga dilancarkan oleh militer Israel dilaporkan telah menghantam sebuah sekolah dasar khusus putri di kota Minab, yang terletak di provinsi Hormozgan, selatan Iran. Insiden tragis ini, yang terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat, 28 Februari 2026, telah menelan korban jiwa sedikitnya 40 orang.
Menurut laporan televisi pemerintah Iran, yang juga dikutip oleh kantor berita AFP, insiden ini telah menelan korban jiwa sedikitnya 40 orang dari kalangan siswa dan staf sekolah tersebut. Anadolu Agency menambahkan, 45 orang lainnya mengalami luka-luka. Proses evakuasi di lokasi kejadian masih terus berlangsung, dan pihak berwenang memperkirakan jumlah korban bisa terus bertambah mengingat skala kerusakan yang terjadi.

Aksi militer ini, yang disebut sebagai serangan gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel, terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat. Washington dan Tel Aviv menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menetralkan ancaman yang mereka klaim berasal dari rezim Iran.
Dalam rekaman video terpisah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump secara terang-terangan mengisyaratkan dukungan mereka terhadap potensi perubahan pemerintahan di Teheran, menambah lapisan kompleksitas politik pada konflik ini.
Pemerintah Iran dengan tegas mengutuk insiden tersebut, menegaskan bahwa serangan itu merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional mereka. Militer Iran telah bersumpah untuk melakukan pembalasan dan melancarkan serangan balasan sebagai respons atas agresi ini.

