Tel Aviv – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya memecah keheningan pasca-serangan gabungan yang dilancarkan Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Dalam pernyataan resminya, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer tersebut bertujuan tunggal: "menghilangkan ancaman eksistensial" yang disebutnya berasal dari Teheran. Internationalmedia.co.id – News
Melalui sebuah rekaman video yang dirilis tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan keterlibatan Amerika dalam serangan tersebut, Netanyahu secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam kepada Trump atas "kepemimpinan historisnya". Di hadapan rakyat Israel, ia menyatakan, "Saudara dan saudariku, warga Israel, beberapa saat yang lalu, Israel dan Amerika Serikat meluncurkan operasi untuk menghilangkan ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh rezim teroris di Iran."

Lebih lanjut, Netanyahu mengklaim bahwa "aksi gabungan" ini akan "menciptakan kondisi bagi rakyat Iran yang berani untuk mengambil kendali atas nasib mereka sendiri". Pernyataan ini sekaligus menjadi seruan eksplisit untuk pergantian rezim di Teheran, di mana Netanyahu mendesak rakyat Iran untuk bersatu melawan pemerintahan mereka.
Dalam pesan yang secara khusus ditujukan kepada warga Iran, PM Israel itu lantang menyerukan, "Waktunya telah tiba bagi seluruh rakyat Iran… untuk melepaskan belenggu tirani dan mewujudkan Iran yang bebas dan cinta damai." Seruan serupa diketahui pernah dilontarkan Netanyahu saat Israel terlibat dalam konflik 12 hari dengan Iran pada Juni 2025 silam.
Netanyahu juga secara tegas menggarisbawahi bahwa Iran tidak akan diizinkan untuk mengembangkan atau memiliki senjata nuklir. "Rezim teroris yang kejam ini tidak boleh diizinkan untuk mempersenjatai diri dengan senjata nuklir yang akan memungkinkan mereka untuk mengancam seluruh umat manusia," tegasnya dengan nada serius.
Menutup pernyataannya, Netanyahu mengikrarkan komitmen kuat, "Bersama kita akan berdiri, bersama kita akan berjuang, dan bersama kita akan memastikan keabadian Israel." Pernyataan ini menegaskan tekad Israel untuk menjaga eksistensinya di tengah ancaman regional.

