Internationalmedia.co.id – News – Sebuah pemandangan yang menarik perhatian dunia dilaporkan terjadi di lepas pantai Israel. Kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford milik Amerika Serikat, dikabarkan telah merapat di perairan tersebut pada Jumat (27/2) waktu setempat. Kedatangan armada raksasa ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi Washington untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran, dalam upaya mencapai kesepakatan nuklir yang baru.
Laporan mengenai kehadiran kapal bertenaga nuklir ini pertama kali dihembuskan oleh televisi lokal Israel, Channel 12, sebagaimana dikutip oleh Anadolu Agency pada Jumat (27/2). Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang dirilis oleh militer Amerika Serikat terkait pengerahan strategis ini.

Sebelum tiba di lepas pantai Israel, USS Gerald R Ford diketahui sempat berlabuh di Teluk Souda, Pulau Kreta, Yunani, pada Selasa (24/2). Teluk Souda sendiri merupakan pangkalan strategis vital bagi Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), serta menjadi pusat penting bagi AS, Yunani, dan sekutu-sekutu di kawasan Mediterania timur.
Pengerahan USS Gerald R Ford menandai kali kedua Washington mengirimkan kapal induk ke Timur Tengah, setelah sebelumnya USS Abraham Lincoln juga berada di kawasan tersebut. Langkah ini sejalan dengan peningkatan aset militer AS di tengah ketegangan yang memuncak dengan Iran beberapa waktu terakhir. Presiden Donald Trump sendiri dilaporkan telah memerintahkan pengerahan kapal induk ini pada awal bulan, sebagai bagian dari upayanya menekan Teheran dalam perundingan nuklir, bahkan mempertimbangkan opsi tindakan militer.
Kedatangan kapal induk ini juga terjadi tak lama setelah 20 pesawat pengisi bahan bakar udara milik AS mendarat di Israel pada Kamis (26/2) malam. Otoritas Penyiaran Israel juga melaporkan kedatangan empat pesawat pengisi bahan bakar jenis KC-46A Pegasus di Bandara Ben Gurion, dekat Tel Aviv. Laporan-laporan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kekuatan militer Washington di kawasan tersebut sedang berlangsung, dengan potensi serangan militer terhadap Iran yang terus membayangi.
Di tengah eskalasi militer, perundingan tidak langsung antara AS dan Iran, yang dimediasi oleh Oman, masih terus berlanjut. Putaran terbaru digelar di Jenewa, Swiss, pada Kamis (26/2) kemarin. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kemajuan yang signifikan dan putaran perundingan selanjutnya dapat segera digelar, diperkirakan dalam waktu sekitar seminggu ke depan.

