Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Thailand selatan setelah insiden penembakan brutal terjadi di sebuah sekolah. Kepala sekolah dilaporkan tewas dalam peristiwa nahas ini, yang melibatkan seorang pelaku berusia 18 tahun. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa insiden ini kembali menyoroti isu keamanan di fasilitas pendidikan.
Menurut laporan AFP yang dikutip oleh internationalmedia.co.id, pelaku yang diidentifikasi sebagai seorang remaja berusia 18 tahun, memasuki area Sekolah Phatong Prathan Khiriwat dengan membawa senjata api. Tanpa ragu, ia melepaskan beberapa tembakan yang berujung pada tewasnya Kepala Sekolah Sasiphat Sinsamosorn. Pihak kepolisian setempat, yang enggan disebutkan namanya, mengonfirmasi bahwa Kepala Sekolah Sasiphat menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat di Rumah Sakit Hat Yai, setelah sempat menjalani operasi darurat.

Pelaku penembakan, yang identitasnya belum dirilis secara publik, juga dilaporkan berada di rumah sakit yang sama untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, pihak sekolah Phatong Prathan Khiriwat melalui akun Facebook resminya menyampaikan "belasungkawa terdalam atas meninggalnya Kepala Sekolah Sasiphat Sinsamosorn". Unggahan tersebut juga menambahkan, "Meskipun kita telah kehilangannya, kenangan dan kebaikan yang ditinggalkannya akan selalu tetap di hati kita," menunjukkan kedalaman duka yang dirasakan komunitas sekolah.
Selain Kepala Sekolah, insiden ini juga melukai korban lain. Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand mengonfirmasi bahwa seorang siswi berusia 14 tahun masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tembak dan telah menjalani operasi. Seorang anak lainnya dilaporkan menderita cedera pergelangan kaki setelah "jatuh dari ketinggian" saat kepanikan melanda. Seorang petugas polisi di komunitas Thung Lung turut mengonfirmasi kematian kepala sekolah, meskipun perwakilan rumah sakit menolak memberikan komentar lebih lanjut dengan alasan privasi pasien.
Tragedi ini kembali menggarisbawahi permasalahan serius terkait kepemilikan senjata api di Thailand. Negara ini dikenal memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di Asia Tenggara, dengan estimasi sekitar 10 juta pucuk senjata beredar, yang berarti satu senjata untuk setiap tujuh penduduk. Janji-janji pemerintah di masa lalu untuk memperketat undang-undang senjata api tampaknya belum mampu mencegah terulangnya insiden mematikan. Sebagai pengingat pahit, pada tahun 2022, seorang mantan polisi bersenjata pistol dan pisau menyerbu sebuah tempat penitipan anak di wilayah utara, menewaskan 24 anak-anak dan 12 orang dewasa, menjadikannya salah satu pembantaian massal paling mematikan dalam sejarah Thailand.

