Internationalmedia.co.id – News – Teheran kembali mengirimkan sinyal tegas kepada Amerika Serikat melalui sebuah mural baru yang provokatif, diresmikan di Alun-alun Enghelab, pusat kota Teheran, pada Minggu (25/1) waktu setempat. Karya seni raksasa ini bukan sekadar hiasan, melainkan sebuah peringatan langsung dari Iran agar AS tidak berani melancarkan serangan militer baru terhadap negara tersebut.
Mural yang mencolok itu, seperti dilansir Associated Press dan Al Arabiya pada Senin (26/1/2026), menampilkan pemandangan dramatis: sebuah kapal induk yang tampak rusak parah, dengan sejumlah pesawat tempur hancur berserakan di deknya. Di bawah gambar tersebut, tertera sebuah slogan yang sarat makna ancaman: "Jika ingin menebar angin, Anda akan menuai badai." Pesan ini secara gamblang mengisyaratkan konsekuensi fatal bagi setiap tindakan provokatif.

Peresmian mural ini terjadi di tengah pergerakan strategis kapal induk AS, USS Abraham Lincoln, beserta armada kapal perang lainnya yang kini tengah menuju kawasan Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menyatakan bahwa pengerahan armada militer tersebut "hanya untuk berjaga-jaga" jika ia memutuskan untuk mengambil tindakan militer. "Kami memiliki armada besar yang bergerak ke arah sana, dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya," ujar Trump pada Kamis (22/1) lalu.
Alun-alun Enghelab sendiri merupakan lokasi ikonik yang sering digunakan oleh pemerintah Teheran untuk menyelenggarakan acara perkumpulan massa. Mural di lokasi ini kerap diubah untuk merefleeksikan isu-isu nasional terkini dan menyampaikan pesan-pesan politik. Tak hanya melalui seni visual, Komandan Garda Revolusi Iran juga menegaskan kesiapan pasukannya pada Sabtu (24/1), menyatakan bahwa mereka "lebih siap dari sebelumnya, dengan jari di pelatuk."
Ketegangan antara Washington dan Teheran memang telah memuncak menyusul penindakan brutal terhadap demonstran antipemerintah di berbagai kota di Iran selama beberapa pekan pada awal Januari. Ribuan orang dilaporkan tewas dan puluhan ribu lainnya ditahan. Trump sempat mengancam akan melancarkan tindakan militer jika Iran terus membunuh demonstran damai atau melakukan eksekusi massal terhadap mereka yang ditahan. Meskipun Trump mengklaim Teheran tidak jadi mengeksekusi sekitar 800 demonstran (klaim yang dibantah jaksa Iran sebagai "salah sepenuhnya"), ia tetap membuka opsi militer. Ia bahkan mengisyaratkan bahwa tindakan militer AS kali ini akan membuat pengeboman fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu "terlihat seperti hal kecil."
Selain mengerahkan kapal induk, AS juga telah mengirimkan sejumlah jet tempur F-15E Strike Eagle ke kawasan Timur Tengah. Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui media sosial menyatakan bahwa pengerahan jet-jet tempur ini bertujuan "meningkatkan kesiapan di lokasi dan mempromosikan keamanan serta stabilitas regional."
Mural di Alun-alun Enghelab ini menjadi simbol visual terbaru dari eskalasi ketegangan yang terus membara di kawasan, menandakan bahwa Iran tidak akan gentar menghadapi ancaman, melainkan siap membalas dengan kekuatan penuh.

