Internationalmedia.co.id – News – Gelombang serangan Rusia yang intensif semalam telah menjerumuskan lebih dari satu juta jiwa di wilayah Dnipropetrovsk, Ukraina, ke dalam kondisi tanpa pasokan air dan pemanas. Situasi ini terjadi di tengah suhu yang anjlok di bawah titik beku, menimbulkan krisis kemanusiaan yang mendesak.
Serangan ini mengulang pola yang sama seperti musim dingin sebelumnya, di mana Moskow secara sistematis menargetkan fasilitas-fasilitas energi Ukraina. Kyiv dan sekutunya mengecam tindakan ini sebagai strategi yang disengaja untuk melemahkan daya tahan penduduk sipil di tengah konflik yang berkepanjangan.

Laporan dari operator jaringan listrik nasional, Ukrenergo, yang diterima internationalmedia.co.id pada Kamis (8/1/2025), menyebutkan bahwa serangan drone Rusia berskala besar juga melumpuhkan aliran listrik di wilayah Zaporizhzhia, menyebabkan ribuan warga di sana hidup dalam kegelapan dan kedinginan.
Menteri Restorasi Ukraina, Oleksiy Kuleba, melalui pernyataan di media sosial, menegaskan bahwa upaya perbaikan sedang berlangsung. "Pekerjaan perbaikan terus berlanjut di wilayah Dnipropetrovsk untuk memulihkan pasokan pemanas dan air bagi lebih dari satu juta pelanggan," ujarnya, menyoroti skala kerusakan dan upaya pemulihan yang masif.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa serangan terbaru melibatkan total 97 drone. Meskipun sistem pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh 70 di antaranya, 27 drone lainnya berhasil menghantam berbagai lokasi, meskipun rincian target tidak dijelaskan lebih lanjut, namun menimbulkan kerusakan serius pada infrastruktur vital.
Vladyslav Gaivanenko, Kepala Otoritas Militer di wilayah Dnipropetrovsk, mengonfirmasi kerusakan parah pada infrastruktur energi penting di wilayahnya. "Situasinya sulit. Namun, segera setelah situasi keamanan memungkinkan, para pekerja energi akan memulai pekerjaan pemulihan," jelasnya via Telegram, menekankan tantangan keamanan yang dihadapi tim perbaikan.
Di Zaporizhzhia, Gubernur Ivan Fedorov menyatakan bahwa pasokan listrik telah berhasil dipulihkan untuk "fasilitas-fasilitas utama", namun sebagian besar warga masih berjuang tanpa listrik, menunjukkan dampak yang meluas pada kehidupan sehari-hari. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari otoritas Rusia terkait laporan serangan drone tersebut.
Sebagai respons terhadap serangan berkelanjutan Moskow terhadap jaringan energinya, Ukraina juga telah melancarkan serangan balasan. Target utama mereka adalah depot dan kilang minyak di wilayah Rusia, dengan tujuan strategis memutus ekspor energi vital Rusia dan memicu kekurangan bahan bakar di sana.
